Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Perikanan Indonesia Tertinggal dari Vietnam

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 15:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekspor Perikanan Indonesia Tertinggal dari Vietnam Doc: ISTIMEWA

BOGOR - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan potensi pasar perikanan internasional pada 2023 mencapai 269,3 miliar dollar AS. Sayangnya, hingga kini Indonesia belum mampu masuk ke lima besar pasar perikanan dunia.

"Sebetulnya potensi (sektor perikanan) agak besar sekali. Sekitar 269 miliar dollar AS," kata Trenggono di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/9).

Dengan potensi pasar yang terbuka lebar itu, Trenggono mengakui Indonesia masih memiliki pekerjaan besar agar mampu menembus lima besar eksportir produk kelautan dan perikanan dunia pada 2023 yang didominasi Tiongkok dengan nilai 20,68 miliar dollar AS atau pangsa asar 11,18 persen; Norwegia dengan nilai ekspor 16,05 miliar dollar AS atau pangsa pasar 8,68 persen; Ekuador 9,04 miliar dollar AS atau 4,89 persen; Chili 8,89 miliar dollar AS atau 4,81 persen; Vietnam sebesar 8,39 miliar dollar AS atau 4,54 persen serta Indonesia masih tertinggal di urutan ke-13 dengan nilai ekspor mencapai 5,63 miliar dollar AS dengan pangsa pasar 3,03 persen.

Dia menjelaskan, rata-rata produksi perikanan Indonesia sejak 2021 ke atas mencapai 5,5 hingga 5,4 juta dollar AS. Untuk menggenjot produksi perikanan tersebut, diakuinya masih terdapat tantangan infrastruktur.

Hadirkan "Roadmap"

Karenanya, pihaknya menghadirkan roadmap untuk meningkatkan penyerapan produk kelautan perikanan untuk memenuhi kebutuhan protein yang diprediksi FAO meningkat 70 persen pada 2050, hal ini seiring dengan pertumbuhan penduduk yang juga diprediksi mengalami peningkatan signifikan.

Lebih jauh, dia menjelaskan tren perikanan dunia tak lagi selalu berburu atau menangkap ikan di lautan namun kini cenderung beralih ke subsektor perikanan budi daya. Karenanya, ia berharap melalui program ekonomi biru yang mencakup lima hal dapat dilanjutkan pada masa pemerintahan mendatang serta oleh masyarakat sektor kelautan dan perikanan.

"Saya titipkan lima kebijakan ini untuk akan terus bisa dilanjutkan," katanya.

Adapun lima kebijakan ekonomi biru yaitu meliputi memperluas kawasan konservasi laut; penangkapan ikan terukur berbasis kuota; pengembangan budidaya laut, pesisir dan darat yang berkelanjutan; pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir dan pulau-pulau Kecil; dan pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan atau bulan cinta laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.