Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Kembangkan Biopestisida dan Biostimulan Ramah Lingkungan

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 11:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Kembangkan Biopestisida dan Biostimulan Ramah Lingkungan Doc: ANTARA/BASRI MARZUKI
Ket. Ilustrasi: Pengendara sepeda motor melintas di dekat tanaman tomat yang dibiarkan membusuk di pohon oleh pemiliknya di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (11/9/2024).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan biopestisida dan biostimulan ramah lingkungan sebagai upaya dalam mendukung pengembangan hortikultura yang berkelanjutan.

"Kita menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Penggunaan pestisida sintetis mencemari tanah, merusak organisme yang bermanfaat, dan mengganggu ekosistem secara keseluruhan. Karena itu kita butuh solusi ramah lingkungan," kata Kepala Organisasi Riset Pangan dan Pertanian BRIN Puji Lestari melalui keterangan di Jakarta, Sabtu (28/9).

Puji mengatakan pihaknya tengah fokus pada riset pengembangan pestisida alami dengan memanfaatkan tumbuhan, mikroba, dan mineral, dimana penelitian tersebut telah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam penggunaan mikroba sebagai agen biokontrol.

Ia berharap upaya ini bisa mendukung pertanian hortikultura yang berkelanjutan, dimana lebih dari 110 juta hektare lahan di Indonesia telah digunakan untuk budi daya hortikultura mencakup sayuran, buah, dan tanaman hias.


Terkait hal tersebut, Peneliti di Pusat Riset Hortikultura BRIN Rasiska Tarigan menekankan pentingnya pengendalian ramah lingkungan melalui pemanfaatan mikrobioma sebagai biopestisida. Mikrobioma, yang terdiri dari mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan protozoa, memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan tanaman.

"Mikroba yang hidup di sekitar akar tanaman dapat membantu memperbaiki struktur tanah, menyediakan nutrisi, dan melindungi tanaman dari hama," ujarnya.

Rasiska menyebut mikroba antagonis seperti bakteri dan jamur juga bisa dimanfaatkan sebagai biofungisida dan bioinsektisida.

Menurutnya, mikroba entomopatogen merupakan agen bioinsektisida yang efektif untuk mengendalikan hama tanpa meninggalkan residu kimia, seperti Bacillus thuringiensis,yang telah digunakan sebagai bioinsektisida efektif.

"Mikroba di perakaran atau mikroba rhizosfer berperan dalam penyerapan nutrisi penting seperti nitrogen dan besi, serta mendukung proses fotosintesis," paparnya.

Oleh karenanya peneliti BRIN terus berupaya mengembangkan produk berbasis mikroba yang dapat menjadi solusi nasional untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

"Kami berharap penelitian ini dapat menghasilkan produk skala nasional yang efektif mengatasi penyakit tanaman di berbagai kondisi, termasuk dampak perubahan iklim," tutur Rasiska Tarigan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.