Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset: Polusi Udara dan Suara Bisa Menyebabkan Ketidaksuburan

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis

Peserta kemudian disaring kembali berdasarkan kriteria berikut:

    • berusia 30 - 45 tahun
    • pasangan menikah ataupun hidup bersama
    • maksimal memiliki dua anak
    • tinggal di Denmark antara 1 Januari 2000 hingga 31 Desember 2017

Dari jutaan peserta, hanya 377.850 perempuan dan 526.056 laki-laki yang memenuhi syarat.

Studi ini tidak mensurvei peserta secara langsung. Selama lima tahun, para peneliti hanya memeriksa informasi rinci peserta serta kemungkinan mereka didiagnosis tidak subur. Informasi tersebut diperiksa melalui daftar pasien nasional di Denmark, Danish National Patient Register.

Para peneliti memperkirakan seberapa banyak tempat tinggal yang terpapar kebisingan lalu lintas (diukur dalam desibel). Begitu pula dengan rumah yang tercemar polusi udara atau partikel halus di udara yang disebut PM2,5.

Ini yang ditemukan peneliti

Peneliti menemukan dari 526.056 peserta laki-laki, sebanyak 16.172 orang di antaranya mengalami ketidaksuburan. Selain itu, dari 377.850 peserta perempuan, sebanyak 22.672 orang mengalami ketidaksuburan.

Hasil studi menemukan bahwa laki-laki 24% lebih berisiko mengalami ketidaksuburan ketika terpapar PM2,5 yang kadarnya 1,6 kali lebih besar daripada yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara itu, perempuan berusia di atas 35 tahun berisiko mengalami ketidaksuburan sebesar 14% ketika terpapar kebisingan lalu lintas sebesar 10,2 desibel lebih tinggi dari rata-rata 55-60 desibel.

Baik di perkotaan dan pedesaan, orang-orang dengan latar pendidikan dan pendapatan berapa pun bisa mengalami risiko serupa jika terpapar polusi udara dan suara di atas.

Studi kemudian menyoroti bagaimana fenomena polusi udara dan kebisingan lalu lintas bisa berefek langsung dan menimbulkan dampak jangka panjang yang berbeda pada kemampuan reproduksi laki-laki dan perempuan.

Normalnya, setelah mengalami pubertas, laki-laki selalu memproduksi sperma hingga 300 juta per hari. Namun, paparan polusi udara bisa memengaruhi jumlah dan kualitas sperma. Efek buruk polusi udara pada kesuburan laki-laki bisa muncul lebih cepat daripada perempuan.



Sementara itu, perempuan terlahir dengan 1-2 juta sel telur dan tidak bisa menghasilkan sel telur baru. Sel telur memiliki beberapa "cara dalam mengendalikan kerusakan". Hal ini berguna untuk melindungi diri dari bahaya lingkungan sepanjang hidupnya.

Ini bukan berarti sel telur tidak sensitif terhadap kerusakan. Namun, mungkin saja diperlukan waktu lebih dari lima tahun (durasi penelitian ini) hingga efek paparan polusi udara pada kemampuan reproduksi perempuan bisa terlihat jelas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.