Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Dorong Masyarakat Rajin Periksa Kesehatan Cegah Kanker

📅 Kamis, 26 Sep 2024, 17:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Dorong Masyarakat Rajin Periksa Kesehatan Cegah Kanker Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Direktur pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid  

JAKARTA - Direktur pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid mendorong masyarakat untuk rajin memeriksakan kesehatan seiring dengan pergeseran penyakit tidak menular termasuk kanker yang semakin besar.

"Kita tau namanya penyakit tidak menular itu tiga hal yang lebih banyak berpengaruh mulai dari genetik, lingkungan, dan perilaku, walaupun seringkali kita tidak tahu kenapa kanker ini tapi dari tiga hal itulah kebiasaan-kebiasaan dan perilaku sehat termasuk skrining kesehatan itu menjadi penting," kata Nadia dalam diskusi mengenai limfoma hodgkin di Jakarta, Kamis (26/9)

Nadia mengatakan masih banyak masyarakat yang takut mengetahui penyakitnya dan menolak untuk didiagnosis. Hal ini yang juga jadi asalan kasus penyakit tidak menular mengalami kenaikan di samping penyakit menular yang juga masih ada di tengah masyarakat seperti TBC, malaria dan demam berdarah dengue.

Salah satu kasus penyakit tidak menular yang mengalami kenaikan kasus adalah kanker limfoma hodgkin yang menempati urutan ke 26 di dunia. Di Indonesia, kasus kanker limfoma menempati posisi ke 27 dan sekitar 1.294 kasus terjadi dengan kasus kematian 373 jiwa berdasarkan data Global Cancer 2022.???????

Nadia mengatakan dibandingkan kasus kanker yang jadi prioritas Kementerian Kesehatan, yakni kanker leher rahim, kanker payudara, kanker usus, kanker paru serta kanker anak, kasus kanker limfoma termasuk jenis kanker dengan kasus yang besar.

"Kanker limfoma hodgkin memang kalau kita lihat usianya ini pada usia 10-49 tahun, jadi benar-benar pada usia-usia produktif, tapi harapan hidupnya cukup besar asal jangan kena second attack, nanti malah menurunkan survivalnya," kata Nadia.

Ia mengatakan peran grup pendukung menjadi penting untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat terhadap penyakit limfoma serta menjadi "rumah" bagi para pejuang dan penyintas kanker.

Ia juga berharap BPJS terus memberikan ketersediaan obat untuk para pasien kanker dan mengupayakan kemandirian farmasi serta ketersediaan ruang rawat untuk memberikan pelayanan terbaik. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.