Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

YouTube Meluncurkan YouTube Shopping di Indonesia

📅 Rabu, 25 Sep 2024, 17:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
YouTube Meluncurkan YouTube Shopping di Indonesia Doc: ANTARA

JAKARTA - YouTube meluncurkan Program YouTube Shopping Affiliates di Indonesia, menggandeng Shopee sebagai mitra perdana, yang memungkinkan kreator kini bisa mendapatkan komisi saat merekomendasikan produk dalam video, memudahkan penonton menemukan dan membeli produk yang diminati.

Dengan hadirnya program ini, juga memungkinkan kreator untuk menambah sumber penghasilan mereka di YouTube, sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi jutaan penonton di seluruh negeri.

YouTube Shopping akan diluncurkan untuk pertama kalinya di Asia tenggara, dimulai dari Indonesia hari ini, diikuti oleh Thailand dan Vietnam dalam beberapa minggu mendatang. Kreator yang memenuhi syarat kini dapat mendaftar untuk bergabung dengan Program YouTube Shopping Affiliates, yang memungkinkan mereka untuk menandai produk yang dijual di Shopee dalam konten mereka.

"YouTube telah menjadi wadah unik yang menghubungkan penonton, brand, dan kreator, serta menawarkan sumber inspirasi tanpa batas. Program YouTube Shopping Affiliates semakin mempererat hubungan ini, memberikan kreator cara baru untuk menghasilkan uang dan memberikan nilai tambah bagi komunitasnya, memudahkan penggemar berbelanja rekomendasi dari kreator favorit, dan memberikan kesempatan bagi brand untuk bekerja sama dengan kreator konten terpercaya untuk mempromosikan produk mereka,"kata Travis Katz, General Manager dan Vice President Shopping, YouTube.

Setelah sukses meluncurkan Program YouTube Shopping Affiliates di Amerika Serikat dan Korea, kami sangat antusias untuk membawanya ke Indonesia, dengan memulai kemitraan dengan Shopee. Kami yakin kreator Indonesia akan menggunakan fitur ini dengan kreatif dalam konten belanja mereka, dan kami berharap dapat melihat dampak positifnya bagi komunitas kreator dan ekosistem belanja online di Indonesia, tambah Travis Katz.

Peluncuran ini sejalan dengan perkembangan pesat e-commerce di Indonesia, yang diperkirakan mencapai nilai transaksi bruto (GMV) sebesar $110 miliar pada tahun 2025 dan Laporan eConomy terbaru menekankan kepemimpinan Indonesia dalam ekonomi digital di Asia tenggara.

E-commerce, dengan potensi pertumbuhannya yang luar biasa, memainkan peran penting dalam mendorong ekonomi digital Indonesia dengan proyeksi pertumbuhan 15 persen hingga mencapai 82 miliar dolar AS GMV pada tahun 2025.

YouTube berada dalam posisi unik untuk mendukung pertumbuhan ini, karena bukan hanya platform hiburan dan informasi, tetapi juga tujuan yang kuat untuk mendapatkan inspirasi belanja.

Pada tahun 2023 saja, orang-orang di seluruh dunia menonton lebih dari 30 miliar jam video terkait belanja di YouTube, menunjukkan kepercayaan mereka pada rekomendasi kreator dan keinginan mereka akan ulasan serta demonstrasi produk yang otentik.

Di Indonesia, tren ini semakin terbukti melalui survei Kantar, yang mengungkapkan bahwa 96 persen pengguna meluangkan waktu ekstra untuk menonton video online guna mencari informasi tentang produk sebelum membeli, dan YouTube memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan mereka terhadap kepastian dalam mengambil keputusan pembelian.

Keterlibatan yang mendalam dengan konten belanja di YouTube ini menggarisbawahi potensi platform untuk mendorong perdagangan dan mendukung bisnis dari berbagai skala.

Peluncuran ini merupakan bukti komitmen YouTube dalam membina ekosistem digital yang dinamis, tidak hanya dengan memberdayakan kreator konten melalui peluang monetisasi baru, tetapi juga dengan memungkinkan usaha kecil untuk terhubung dengan pelanggan dan berkembang di online.

"Kami telah menyaksikan bagaimana para kreator di Indonesia menemukan dan terhubung dengan audiens mereka, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, dan kami berharap dapat semakin memberdayakan komunitas kreator dengan peluang dan pilihan monetisasi yang lebih beragam ini, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," ujar Ajay Vidyasagar, Direktur Regional APAC, YouTube.

Kami sangat antusias untuk melihat bagaimana kreator Indonesia menggunakan fitur ini untuk berinteraksi dengan penggemar mereka, menampilkan produk-produk baru, dan menghasilkan pendapatan tambahan. Kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman berbelanja di platform kami, serta terus berkontribusi pada perkembangan ekonomi digital Indonesia," tambah Ajay Vidyasagar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.