Tren saat Ini Penyakit Jantung Mengancam Usia Muda
📅 Selasa, 24 Sep 2024, 20:23 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: muhammad marup
JAKARTA - President of Indonesian Heart Association, Radityo Prakoso, mengingatkan penyakit jantung tidak hanya menyerang usia tua. Tren saat ini menunjukkan bahwa peningkatan usia penyakit jantung pada usia yang lebih muda.
"Terdapat peningkatan prevalensi serangan jantung pada usia kurang dari 40 tahun sebanyak 2 persen setiap tahunnya," ujar Radityo, dalam Press Briefing Hari Jantung Sedunia 2024 secara daring, Selasa (24/9).
Dia menerangkan, tren tersebut terjadi sebab peningkatan prevalensi obesitas, darah tinggi, merokok, kolesterol tinggi, dan perubahan gaya hidup di usia muda. Beberapa penyakit jantung juga memiliki tren meningkat pada usia muda.
"Beberapa di antaranya yaitu gagal jantung dan salah satu penyakit jantung yang mengalami peningkatan pada usia muda adalah penyakit jantung koroner dan ini sampelnya berusia 16 sampai 50 tahun," jelasnya.
Radityo mengungkapkan, faktor risiko penyakit jantung koroner pada usia muda terbagi dua yaitu faktor yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Faktor yang tidak bisa diubah apa genetik atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan, ada juga kasus genetik yang tidak menurun pada anak karena adanya modifikasi sehingga faktor risiko bisa dikurangi. Beberapa faktor yang bisa diubah yaitu kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gaya hidup, obesitas, diabetes, kebiasaan makanan berlemak, dan konsumsi alkohol berlebih.
"Tetapi kadang-kadang tidak muncul, kenapa karena faktor risiko yang dapat diubah ini bisa dimodifikasi sehingga ini bisa dikurangi risikonya," tuturnya.
Radityo menilai, pada usia dewasa muda, faktor pemicu penyakit jantung karena bekerja berlebihan yang berasosiasi dengan tingkat depresi stres dan ansietas yang lebih tinggi. Hal tersebut cenderung mendorong perilaku merokok dan kondisi obesitas karena minim melakukan aktivitas fisik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Selain itu stres juga dapat memicu peningkatan tekanan darah meningkatkan risiko penyakit jantung dan atau stroke nah," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!