Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekokardiografi Berperan Penting dalam Diagnosis Penyakit Jantung

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 18:20 WIB | Oleh:
Ekokardiografi Berperan Penting dalam Diagnosis Penyakit Jantung Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Dr. dr. Lies Dina Liastuti, Sp. J.P, Subsp. Eko. (K), MARS, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Jantung dan Pembuluh Darah Ekokardiografi RS Pondok Indah Heart Center di Jakarta pada hari Senin (28/4).

JAKARTA - Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Melalui diagnosis yang cepat dan akurat, serta informasi mendalam mengenai kondisi jantung sangat penting untuk menentukan strategi pengobatan yang tepat.

Ada banyak ragam penyakit jantung yang dapat menimpa seseorang. Berbagai penyakit jantung tersebut antara lain: penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, penyakit katup jantung, hingga kardiomiopati dan penyakit jantung hipertensi.

“Untuk menunjang proses pemeriksaan dan penegakan diagnosis yang tepat, dibutuhkan modalitas pemeriksaan jantung non-invasive yang canggih. Salah satu modalitas terbaik yang tersedia saat ini adalah ekokardiografi,” kata Dr. dr. Lies Dina Liastuti, Sp. J.P, Subsp. Eko. (K), MARS, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Jantung dan Pembuluh Darah Ekokardiografi Pondok Indah Heart Center dalam acara Peran Echocardiography dalam Deteksi Berbagai Penyakit Jantung pada hari Senin (28/4).

Apa Itu ekokardiografi?

Ekokardiografi, atau yang sering disebut dengan cardiac ultrasound, adalah sebuah teknik pencitraan diagnostik non-invasive yang menggunakan gelombang ultrasound untuk memvisualisasikan struktur anatomi, fisiologi, dan fungsi jantung serta pembuluh darah besar di sekitarnya.

Tujuan utamanya adalah untuk membantu menegakkan diagnosis, menentukan tatalaksana, dan memprediksi prognosis penyakit jantung. Selain itu, ekokardiografi juga menjadi modalitas yang penting dalam evaluasi pasien sebelum dan selama tindakan medis yang berisiko memengaruhi fungsi jantung, seperti:

Persiapan pre-operatif

Memberikan penilaian komprehensif mengenai kondisi dan fungsi jantung pasien sebelum menjalani pembedahan mayor (termasuk operasi non-kardiak), sehingga tim medis dapat mengantisipasi dan meminimalisir risiko komplikasi kardiovaskular.

Pemantauan efek kardiotoksik kemoterapi

Beberapa agen kemoterapi, terutama doxorubicin, diketahui memiliki efek kardiotoksik yang dapat melemahkan otot jantung secara signifikan. Evaluasi fungsi jantung melalui ekokardiografi sebelum, selama, dan setelah kemoterapi memungkinkan deteksi dini dan penanganan segera terhadap komplikasi kardiovaskular yang mungkin terjadi.

Evaluasi berkelanjutan pada penyakit kronis

Pada pasien dengan kondisi kronis seperti hipertensi berat atau diabetes melitus yang berisiko tinggi mengalami komplikasi kardiovaskular, pemantauan rutin dengan ekokardiografi memungkinkan deteksi awal perubahan struktural dan fungsional jantung, sehingga intervensi dapat dilakukan tepat waktu

Jenis Pemeriksaan Ekokardiografi

1. Ekokardiografi Transtorakal (TTE)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Posko Siaga PLN Istana Waki...
Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.