Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sungguh Memprihatinkan Maraknya Kenakalan Remaja di Kota Semarang

📅 Selasa, 24 Sep 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sungguh Memprihatinkan Maraknya Kenakalan Remaja di Kota Semarang Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Semarang - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu prihatin dengan maraknya aksi kenakalan remaja, tawuran, hingga tindak kriminalitas yang dilakukan sekelompok "gangster" remaja beberapa waktu terakhir ini.

"Generasi muda adalah masa depan kota ini. Mereka seharusnya menjadi pelopor pembangunan, bukan pelaku tindakan yang justru merugikan diri sendiri dan lingkungan," kata Ita, sapaan akrab Hevearita, di Semarang, Senin.

Apalagi, sampai ada insiden penyerangan sekelompok remaja yang merenggut nyawa seorang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi alarm bagi semua pihak untuk memberikan bimbingan dan pendampingan secara lebih intensif kepada generasi muda.

Bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua saja, kata dia, namun seluruh unsur masyarakat juga harus terlibat dalam mengarahkan anak-anak agar tidak terjerumus dalam perilaku-perilaku negatif.

Ia menyoroti pemanfaatan teknologi yang diharapkan bisa menjadi deteksi dini terhadap kenakalan remaja, seperti aplikasi Polisi Hebat Semarang (Libas) dan jaringan CCTV yang tersebar di beberapa titik bisa membantu pihak berwajib dalam melakukan pengawasan dan pencegahan lebih efektif.

"Teknologi bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat dalam mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Kami berharap penggunaan aplikasi ini bisa dioptimalkan oleh masyarakat," katanya.

Libas sendiri merupakan aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melaporkan tindak kejahatan, pengaduan, dan meminta bantuan.

Aplikasi tersebut dapat menghubungkan interaksi antara masyarakat dan penegak hukum, serta memiliki fitur SOS yang dapat langsung terhubung pada panggilan darurat.

Selain itu, Ita mengingatkan tentang pengaruh media sosial yang sangat cepat dalam memicu konflik di kalangan remaja.

Karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi tentang penggunaan media sosial yang bijak agar anak-anak tidak terjebak dalam kegiatan negatif yang berujung pada perkelahian atau tawuran.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban di wilayahnya masing-masing, terutama dengan peran koordinator di tingkat kelurahan yang dapat membantu mengantisipasi potensi masalah.

Kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas lingkungan, kata dia, sangat penting, termasuk peran aktif kepolisian, TNI, dinas terkait, dan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.