Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Perlu Sediakan Lebih Banyak RTH Guna Jaga Paru Warga

📅 Minggu, 22 Sep 2024, 16:05 WIB | Oleh:
Jakarta Perlu Sediakan Lebih Banyak RTH Guna Jaga Paru Warga Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menandatangani prasasti pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di eks gedung Johar Baru Teater di Jalan Kramat Jaya Baru IV, RT 15/10, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).

Jakarta -- Pakar kesehatan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu menyediakan lebih banyak ruang terbuka hijau (RTH) guna menjaga kesehatan paru warga.

Data menunjukkan pada tahun 2023 Jakarta memiliki RTH seluas 33,34 juta meter persegi atau 5,2 persen dari total luas wilayah. Sementara itu, merujuk UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Proporsi Ruang Terbuka Hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.

"Sediakan ruang terbuka hijau lebih banyak, yang akan punya dua dampak, baik sebagai paru-paru kota maupun sebagai tempat warga beraktivitas fisik dengan udara yang segar dan sehat," kata Ketua Majelis Kehormatan PDPI Prof Tjandra Yoga Aditama saat dihubungi, Minggu.

Usulan ini disampaikan Tjandra dalam rangka memperingati Hari Paru Sedunia 2024 setiap 25 September, serta menyongsong pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jakarta 2024.

Adapun tema peringatan Hari Paru Sedunia tahun ini yakniClean Air and Healthy Lungs for Allatau "Udara Bersih dan Paru Sehat untuk Semua".

Alasan pemilihan tema tersebut antara lain karena setiap tahunnya ada 7 juta orang meninggal di dunia berkaitan dengan berbagai penyakit yang berhubungan dengan polusi udara seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), kanker paru, dan penyakit infeksi paru.

Alasan lainnya yakni karena udara yang tercemar adalah ancaman kesehatan universal akan berdampak pada kesehatan semua orang yang menghiruptermasuk bayi sampai orang lanjut usia.

Data dunia menunjukkan lebih dari 90 persen penduduk dunia hidup di daerah dengan kadar polutanmelebihi standar sehat dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Tjandra kemudian mengemukakan bahwa peningkatan polusi udara dan yang berhubungan dengan terbentuknya emisi gas rumah kaca akan memperburuk fungsi paru dan pernapasan, meningkatkan angka masuk rumah sakit karena sakit paru dan meningkatkan pula risiko kanker paru.

Dia mengatakan, guna membantu warga termasuk di Jakarta menjaga kesehatan parunya, maka polusi udara harus dikendalikan dan penyebabnya ditangani segera. Menurut dia, sejauh ini polusi kendaraan bermotor dan polusi industri baik dari dalam maupun luar kota Jakarta menjadi penyebab utamanya.

Kemudian, pemerintah termasuk gubernur terpilih nantinya perlu mengimplementasikan secara ketat aturan bahaya asap rokok bagi warga kota serta terus mendorong kegiatan masyarakat untuk hidup sehat, seperti pembentukan RW bebas tuberkulosis (TB) dan kelurahan bebas asap rokok.

"Sediakan fasilitas deteksi dan diagnosis dini gangguan paru, termasuk tempat pemeriksaan fungsi paru. Sediakan pula fasilitas perawatan dan pengobatan penyakit paru, untuk warga yang membutuhkan," demikian pesan dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.