Indonesia Punya Ekosistem Paling Dinamis Pengembangan Startup di Asean
Selasa, 17 Sep 2024, 00:23 WIBJakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengatakan Indonesia mempunyai ekosistem paling dinamis untuk pengembangan perusahaan rintisan (startup) di Asia Tenggara atau Asean, mengingat saat ini Indonesia menjadi rumah bagi 2.500 startup.
"Indonesia sendiri menjadi rumah bagi lebih dari 2.500 startup aktif, menjadikannya salah satu ekosistem paling dinamis di Asia Tenggara dengan kontribusi sektor ekonomi digital Indonesia sangat signifikan," kata Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.
Menurut Neil, startup di Indonesia telah menyumbang lebih dari 80 miliar dolar AS pada tahun 2023, dan diproyeksi mengalami pertumbuhan hingga 130 miliar dolar AS pada tahun 2025. Hal itu karena ekosistem startup global pada tahun ini menunjukkan pertumbuhan luar biasa yakni tercatat lebih dari 315 juta unit di berbagai sektor mulai dari teknologi, kesehatan, dan fintech.
Oleh karena itu guna mendukung percepatan pertumbuhan dan pengembangan ekosistem tersebut, Kemenparekraf menghadirkan program Baparekraf ScaleUp Champions (BSC) 2024, dengan sasaran mendukung startup untuk berkembang dan menciptakan inovasi, memperluas jangkauan pasar dan membuka peluang ekspansi, meningkatkan keberhasilan di pasar internasional, serta membuka akses dan jaringan global.
Program ini juga melibatkan temu bisnis(business matching) yang mempertemukan para startup dengan mitra potensial dari berbagai sektor.
"Namun saya menekankan bahwa ini bukan hanya sebuah kompetisi, tapi merupakan kesempatan bagi para startup untuk saling berjejaring," kata dia.
Dirinya mengatakan, pada tahap awal, BSC 2024 menjaring 330 startup yang mendaftar untuk kemudian dilakukan kurasi menjadi 20 unit. Kemudian dalam tahap Startup Demo Day pada 11 September, terpilih 10 finalis untuk menentukan lima startup terbaik yang akan mendapatkan kesempatan validation trip ke Sydney, Australia pada Oktober mendatang.
Berita Terkait:
-
KAI Commuter Gelar Kampanye Antikekerasan Seksual Secara Serentak
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
Kurangi Bahan Bakar Fosil, Asean Gandeng Kanada Genjot Energi Terbarukan
-
Perang Iran: Apa Saja yang Terjadi pada Hari ke-63?
-
Polri Selidiki Penyebab “Blackout” di Sumatera
-
Hasil Liga Italia: Imbang tanpa Gol, AC Milan dan Juventus Tak Beranjak di Klasemen
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.