Kemenhub Turut Aktif Susun Delhi Ministerial Declaration 2024
📅 Senin, 16 Sep 2024, 17:37 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hadir dan aktif dalam kegiatan 2nd Asia Pacific Ministerial Conference on Civil Aviation pada 10-13 September 2024 lalu di India. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M Kristi Endah Murni hadir mewakili Menteri Perhubungan.
"Mewakili Indonesia, kami mengapresiasi Pemerintah India selaku tuan rumah yang telah menyelenggarakan The Second Asia Pacific Ministerial Conference on Civil Aviation 2024, telah berjalan lancar dan menghasilkan komitmen para Menteri Asia Pasifik di Bidang Penerbangan," kata Kristi dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/9).
Pada kesempatan tersebut Kristi menyampaikan usulan untuk penyusunan Delhi Ministerial Declaration 2024 yang merupakan penegasan kembali terhadap Beijing Ministerial Declaration 2018, disampaikan sebagai berikut Global Aviation Safety Plan (GASP).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dimana Indonesia mengusulkan agar kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan target-target sesuai dengan kemampuan masing-masing negara serta selaras dengan kebutuhan dan ekspektasi negara anggota dan industri penerbangan.
"Facilitation, Indonesia mengusulkan terkait fasilitasi untuk pergerakan orang, barang, kru dan pesawat pada bandara internasional, menggunakan pengembangan teknologi pada saat pemeriksaan dokumen perjalanan serta monitoring intensif terhadap penggunaan teknologi tersebut," katanya.
Lalu Gender Equality, disampaikan bahwa di Indonesia partisipasi wanita pada penerbangan sipil telah mencapai 25% dari total populasi dan terdapat 587 Inspektur dan Teknisi Wanita, 595 ATC, 416 Pilot Wanita dan 173 Aeronautical Communication Officer Wanita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada sesi akhir para Menteri menyepakati Delhi Ministerial Declaration 2024 yang berisi bidang Keselamatan dan Keamanan Penerbangan, Navigasi, Fasilitasi, Kesetaraan Gender dalam dunia penerbangan, Penyediaan Sumber Daya, serta Pengesahan Perjanjian Udara Internasional, guna mewujudkan penerbangan sipil yang aman, terjamin, efesien, layak secara ekonomi, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Selanjutnya deklarasi akan ditindaklanjuti dengan melakukan monitoring melalui pertemuan-pertemuan Working Group teknis serta kerja sama antara regulator dan operator.
Kristi juga menyampaikan terkait ICAO Universal Security Audit Programme Continuous Monitoring Approach/(USAP-CMA) telah dilaksanakan pada Juni 2024 di Indonesia, dan berjalan lancar serta mendapatkan hasil memuaskan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!