Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berkompetisi di Bursa Calon Rektor, Prof. Ari Fahrial Syam Emban Visi Transformasi UI Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi yang Unggul di Tingkat Global

📅 Sabtu, 14 Sep 2024, 09:35 WIB | Oleh:
Berkompetisi di Bursa Calon Rektor, Prof. Ari Fahrial Syam Emban Visi Transformasi UI Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi yang Unggul di Tingkat Global Doc: Istimewa
Ket. Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Dekan Fakultas Kedokteran UI (FKUI) yang siap berkompetisi dalam Pemilihan Rektor UI Periode 2024-2029

JAKARTA- Universitas Indonesia (UI) tengah melakukan seleksi pemilihan calon rektor periode 2024-2029. Salah satu nama yang masuk dalam bursa tersebut adalah Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Dekan Fakultas Kedokteran UI (FKUI). Saat ini, Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR) menetapkan 7 kandidat rektor UI, dari berbagai fakultas.

Prof. Ari Fahrial Syam menawarkan kombinasi unik antara pengalaman lapangan, keahlian medis, kepemimpinan akademis, dan visi internasional. Dengan latar belakang yang menempanya mulai dari dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di daerah terpencil hingga menjadi Ketua Dekan-Dekan Fakultas Kedokteran PTN se-Indonesia dan ketua Dekan-Dekan Fakultas Kedokteran se-Asean, dia memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan dan potensi dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia.

Ari juga concern terhadap kondisi mahasiswa dan penanganan pandemi Covid-19 dalam bentuk keterlibatan sebagai tim gugus tugas kendali Covid-19 dan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat luas melalui berbagai platform. Beliau juga mendapat penghargaan dari UI dan BNPB untuk edukator dan tim pakar medis nasional penanganan Covid-19.

"Seorang dokter itu profesi pengabdian, harus ditanamkan sejak belajar," kata Ari, mencerminkan filosofinya dalam memimpin dan mengajar.

Pernyataan itu menunjukkan komitmennya untuk membentuk generasi profesional yang tidak hanya ahli dalam bidangnya, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi untuk melayani masyarakat.

Spirit Entrepeneur

Prof. Ari, yang lahir dari keluarga pedagang Tanah Abang Jakarta pada 19 Juni 1966 telah mewarisi spirit entrepreneur sedari muda. Dia menyelesaikan pendidikan dokter umumnya di FKUI pada tahun 1990.

Karirnya dimulai dari bawah sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di daerah terpencil Jambi. Ia kemudian menempuh pendidikan spesialis Ilmu Penyakit Dalam yang diselesaikan pada tahun 2000, dilanjutkan dengan gelar Master of Molecular Biology dari University of Queensland, Australia pada tahun 2001.

Pada tahun 2011, ia menyelesaikan program doktor Ilmu Biomedik di FKUI, Jakarta. Tahun 2018 menandai pencapaian tertingginya dalam dunia akademik ketika ia resmi diangkat menjadi Guru Besar FKUI.

Sejak menjabat sebagai Dekan FKUI pada 2017, Ari juga dipercaya sebagai Ketua Dekan-Dekan Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia. Dalam organisasi profesi, ia menjabat sebagai Ketua Umum PB Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia 2023-2026.

Pengalaman kepemimpinannya mencakup berbagai posisi penting, termasuk sebagai President of ASEAN Medical School Network (2018-2020), Regional Ambassador of Association of Academic Health Centre International South East Asia (2018-2023), Ketua PAPDI Jaya (2012-2017), Wakil Ketua I PB PAPDI (2012-2017) dan Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (2016-2023), Anggota Dewan Pertimbangan PB IDI (2018-sekarang) dan Wakil Ketua 1 Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) (2019-sekarang).

Ari juga dikenal aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Hingga Agustus 2024, ia telah mempublikasikan 129 artikel internasional di Scopus sebagai penulis utama atau penulis pendamping, dengan sitasi di Google Scholar sebanyak 4.324 artikel. Prestasi penelitiannya diakui dan mendapat berbagai penghargaan.

Di bawah kepemimpinannya, FKUI berhasil menembus peringkat 201-250 dunia dalam pemeringkatan The Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) berdasarkan subjek kedokteran pada 2022, menjadikan FKUI fakultas kedokteran nomor 1 di Indonesia dan terbaik kelima di ASEAN.

Selain prestasi akademik, Prof. Ari juga dikenal atas dedikasinya dalam pengabdian masyarakat. Ia telah terjun sebagai relawan dalam berbagai bencana nasional, termasuk tsunami Aceh, gempa Jogja, banjir besar Jakarta, gempa Jawa Barat, dan gempa Sumatera Barat. Kepeduliannya terhadap informasi kesehatan yang akurat juga diwujudkan melalui peluncuran aplikasi "Apa Kata Dokter" pada tahun 2018 untuk mengatasi hoaks kesehatan yang beredar di masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

50 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.