Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Adopsi Teknologi AI di Bidang Pertanian

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Adopsi Teknologi AI di Bidang Pertanian Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Sebuah peternakan ayam yang dilengkapi kamera terlihat di Desa Tiantaishan di Kota Chishui di Provinsi Guizhou, Tiongkok, pada 25 April 2024.

GUIYANG - Di sebuah basis pembiakan ayam silkie di Desa Tiantaishan yang berada di Kota Chishui, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya, setiap kandang dilengkapi dengan kamera pengawas yang beroperasi secara waktu nyata (real-time) dan setiap ayamnya dipasangi perangkat mikro.

Teknologi tersebut memungkinkan para peternak untuk melacak langkah harian ayam dan mengidentifikasi ayam yang sakit. Selain itu, sensor yang dipasang di seluruh pagar kandang juga dapat memantau ancaman predator dan mendeteksi kerusakan struktural.

"Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah secara signifikan meningkatkan standar pembiakan ayam silkie kami," ungkap Xu Qiyong, yang mengelola basis pengembangbiakan tersebut.

Menurut Xu, ayam silkie yang sehat biasanya berjalan 10.000 hingga 20.000 langkah per hari. Jika sistem tersebut mendeteksi ayam yang berjalan kurang dari 1.000 langkah, itu menunjukkan kemungkinan ayam tersebut sakit dan kemudian staf akan segera mengambil tindakan.

Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi digital, AI telah memberdayakan pertanian dengan ketepatan berbasis data dan meningkatkan efisiensi di Guizhou, di mana 92,5 persen lahannya merupakan pegunungan atau berbukit-bukit.

Pada April 2023, sebuah tim yang dibentuk oleh Tencent Cloud dan Tencent Class dari Universitas Shenzhen bersama-sama menerapkan sistem pembiakan ayam Silkie berkonsep cerdas di basis peternakan tersebut, dengan memanfaatkan teknologi AI dan platform awan (cloud).

Berkat sistem ini, tim tersebut berhasil mengatasi berbagai isu seperti pengendalian penyakit dan invasi hewan liar, yang meningkatkan produktivitas basis peternakan itu sebesar 30 persen dalam waktu singkat.

Selain itu, Tencent Cloud dan Tencent Class dari Universitas Shenzhen berkolaborasi dengan Universitas Guizhou serta institusi lainnya untuk mengembangkan model bahasa besar yang dirancang untuk industri unggas.

Sistem berbasis AI ini akan berfungsi sebagai asisten virtual untuk membantu para peternak mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam peternakan ayam Silkie.

"Sejak tahun lalu, kami telah menjual 100.000 ekor ayam Silkie dan 300.000 butir telur, dan permintaan masih lebih tinggi daripada pasokan," ujar Xu. Dia bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk mendorong lebih banyak lagi peternak mengadopsi peternakan ayam berbasis AI, imbuhnya.

Peralihan dari pertanian tradisional berbasis pengalaman ke metode berbasis data dalam peternakan unggas semacam ini sedang menjadi tren umum. Di Caohai, Provinsi Guizhou, Zhongken Potato Industry Co., Ltd. telah mengembangkan platform "pertanian digital 5G+" untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan proses pemuliaan kentang.

Di basis pengembangan varietas kentang digital perusahaan tersebut, suhu dan tingkat kelembapan pada rumah kaca dipantau secara real-time, sementara sistem irigasi dikontrol secara otomatis.

Selain itu, sensor inframerah di basis tersebut juga dapat mendeteksi potensi serangan hama, mengurangi risiko kerusakan tanaman berskala besar, dan memastikan pertumbuhan bibit yang stabil dalam lingkungan yang terkendali.

"Kami telah mendirikan pusat pemuliaan benih kentang untuk menghasilkan benih-benih kentang premium. Sebelumnya, para petani dapat memanen paling banyak 1 ton kentang per mu (sekitar 0,07 hektare). Dengan varietas benih unggul yang kami kembangkan, hasil panen kentang kini meningkat menjadi 2 hingga 3 ton per mu," ujar Li Riyu, Manajer Umum Zhongken Potato Industry Co., Ltd.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...

Kawasan Tempat Pembuangan Akhir Galuga Alami Kebakaran

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Kawasan Tempat Pembuangan A...
Daerah
Pikiran Para Pejabat Harus ...

Rupiah Rentan Tertekan - 08 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Rentan Tertekan - 08...

Ini Baru, Lubang Biopori Berfungsi Tiga yang Menguntungkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ini Baru, Lubang Biopori Be...
Advertisement
Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.