Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korea Utara Rilis Gambar Fasilitas Pengayaan Uranium untuk Pertama Kalinya

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 09:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korea Utara Rilis Gambar Fasilitas Pengayaan Uranium untuk Pertama Kalinya Doc: AFP/Rfi/STR /KCNA via KNS/AFP
Ket. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Institut Senjata Nuklir dan "basis produksi bahan nuklir kelas senjata," demikian laporan KCNA, tanpa menyebutkan lokasi fasilitas atau tanggal kunjungan. 

SEOUL - Korea Utara merilis gambar fasilitas pengayaan uraniumnya untuk pertama kalinya pada hari Jumat (13/9), memperlihatkan pemimpin Kim Jong Un sedang meninjau sambil meminta lebih banyak centrifuge untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya.

Negara yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 2006 dan berada di bawah serangkaian sanksi PBB karena program senjata terlarangnya, tidak pernah mengungkapkan kepada publik rincian fasilitas pengayaan uraniumnya.

Fasilitas semacam itu memproduksi uranium yang sangat diperkaya -- yang dibutuhkan untuk menghasilkan hulu ledak nuklir -- dengan memutar material asli dalam centrifuge pada kecepatan tinggi.

Kim mengunjungi Institut Senjata Nuklir dan "basis produksi bahan nuklir kelas senjata," demikian laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), tanpa menyebutkan lokasi fasilitas atau tanggal kunjungan.

Kim "menekankan perlunya menambah jumlah centrifuge lebih lanjut guna meningkatkan secara eksponensial senjata nuklir untuk pertahanan diri," lapor media pemerintah, yang menerbitkan gambar Kim tengah memeriksa deretan centrifuge.

"Kim "mengenal produksi hulu ledak nuklir dan material nuklir terkini," kata laporan itu.

Pemimpin Korea Utara diberi pengarahan tentang fasilitas tersebut "yang secara dinamis memproduksi bahan nuklir dengan mempelajari, mengembangkan, dan memperkenalkan semua elemen sistem termasuk pemisah sentrifugal," kata KCNA.

Kim mendesak fasilitas tersebut untuk "mendorong pengenalan sentrifus jenis baru... untuk lebih memperkuat fondasi produksi material nuklir tingkat senjata".

Kim juga "menekankan perlunya menetapkan tujuan jangka panjang yang lebih tinggi dalam memproduksi bahan nuklir yang diperlukan", tambah KCNA.

Program senjata nuklir Korea Utara dilarang oleh sanksi PBB, tetapi negara itu telah lama mengabaikan pembatasan tersebut, sebagian berkat dukungan dari sekutu Russia dan Tiongkok.

Pesan untuk AS?

Para ahli mengatakan pengungkapan publik yang tiba-tiba mengenai fasilitas pengayaan uranium Korea Utara dapat dimaksudkan untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS pada bulan November.

Gambar-gambar tersebut merupakan "pesan kepada pemerintahan berikutnya bahwa denuklirisasi Korea Utara tidak mungkin dilakukan", kata Hong Min, analis senior di Institut Korea untuk Penyatuan Nasional, kepada AFP.

"Ini juga merupakan pesan yang menuntut negara lain untuk mengakui Korea Utara sebagai negara nuklir," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.