Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beli Properti Bank di Jabodetabek Harus Cek Fisik

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beli Properti Bank di Jabodetabek Harus Cek Fisik Doc: ANTARA/Ganet Dirgantoro
Ket. BINCANG ASET -- Bincang-bincang tentang aset properti bank menghadirkan Assistant Vice President Bank Mandiri Ratih Eka Dewi (kiri) dan Vice President Bank Business Rumah123 M. Gilang Ramadhan di salah satu mal di Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

JAKARTA - Sekarang terlalu banyak pihak, termasuk dari perbankan, yang menawarkan produk properti seperti rumah dengan berbagai cara yang menawan, agar konsumen terpikat. Namun, tidak sedikit juga yang menawarkan produk tidak sesuai dengan kondisi nyata.

Untuk itu, masyarakat diingatkan bila mencari properti harus mengecek secara fisik produk yang ditawarkan untuk kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Jangan hanya melihat sisi harga. Mungkin harga lebih murah, tapi tetap harus dicek di lapangan.

"Penting untuk mengecek ke lokasi. Kalau perlu membawa tukang atau kontraktor untuk estimasi perbaikan," kata Assistant Vice President Bank Mandiri, Ratih Eka Dewi, di Jakarta, Kamis (12/9). Ratih dalam bincang-bincang tentang perumahan di salah satu mal di Jakarta Selatan mengingatkan, aset bank yang ditawarkan kerap menjadi daya tarik pencari properti.

Sebab harga yang ditawarkan jauh dari harga pasaran. Bahkan bisa di bawah 50 persen dari harga pasar. Produk properti aset bank berupa rumah, apartemen, kantor, ruko, gudang, bahkan tanah di Jabodetabek jumlahnya sangat banyak yang ditawarkan dengan beragam kondisi.

Meski demikian, menurut Ratih dari aspek legal aset properti bank itu lebih terjamin karena sebelumnya sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit dari perbankan (KPR/ KPA) tinggal untuk melihat kondisi fisiknya.

Bank Mandiri menargetkan bisa memenuhi target 2 triliun untuk penjualan aset properti baik lewat lelang maupun penjualan sukarela terutama di Jabodetabek.

Penjualan aset properti terutama rumah dan apartemen ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah perumahan karena dari segi harga jauh lebih murah. Sedangkan Vice President Bank Business Rumah123 M Gilang Ramadhan menuturkan, calon pencari properti aset bank bisa menengok dulu kondisi rumah yang akan dijual sebelum berkunjung ke lokasi.

Kalau bisa, cari tiga lokasi sekaligus di daerah yang menjadi tujuan sebelum berkunjung untuk melihat kondisi properti dan lingkungan.

Dengan begitu, kalau yang satu tidak cocok masih ada dua pilihan di lokasi yang tidak terlalu jauh. Ini bisa menghemat biaya dan waktu untuk survey.

Gilang member contoh aset properti Bank Mandiri yang dikerjasamakan dengan Rumah123 wajib memperlihatkan kondisi fisik dari properti. Tujuannya agar peminat tidak seperti membeli kucing dalam karung.

"Semua dilakukan secara transparan, termasuk bila dalam rumah tersebut listriknya sudah dicabut lama," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.