BPBD DKI Perkuat Langkah Kesiapsiagaan untuk Menghadapi Gempa Bumi Megathrust
📅 Rabu, 11 Sep 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Jakarta - Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperkuat langkah-langkah strategis ke masyarakat terkait kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana gempa bumimegathrust di Jakarta.
Hal itu dikatakan Ketua Sub Kelompok Pencegahan BPBD DKI Jakarta, Rian Sarsono dalam dialog "Kesiapsiagaan Provinsi DKI Jakarta Terhadap Ancaman Gempa Bumi Megathrust"di Gedung BPBD DKI Jakarta, Selasa.
"Ini selalu menjadi prioritas dari kami bagaimana kita melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan. Langkah-langkah kita di Pemprov DKI Jakarta terkait dengan potensi gempa ini juga kami coba fokuskan," katanya.
Dia berharap langkah-langkah yang strategis bisa mengurangi risiko bencana terutama gempa bumi. "Kami coba melakukan langkah-langkah yang strategis dan kita berharap apa yang kita siapkan ini bisa mengurangi risiko bencana, khususnya gempa bumi," kata Rian.
Langkah tersebut, pertama melakukan perkuatan dari regulasi yang ada. Kedua, membangun budaya sadar bencana di masyarakat untuk kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.
Apalagi, kata Rian, saat ini pembangunan infrastruktur di Jakarta semakin masif seperti transportasi Mass Rapid Transit (MRT) hingga Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta dan perumahan partikel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khusus untuk gempa bumi, BPBD DKI Jakarta juga membangun atau mewujudkan gedung tangguh bencana di Pemprov DKI Jakarta. Lalu, meningkatkan kapasitas dari pihak pemangku kepentingan terkait (stakeholders) dalayn merespons apabila terjadi bencana seperti gempa bumi megathrust.
Rian menjelaskan, dalam penguatan regulasi di tahun 2016, DKI Jakarta juga sudah memilikiPergub 170 Tahun 2016 terkait dengan standarisasi rambu bencana dan manajemen gedung yang menitikberatkan terkait ancaman untuk banjir, kebakaran dan gempa bumi.
Kemudian, dalam Pergub 1 tahyun 2024 tentang Bencana dan Penanggulangan Bencana di DKI Jakarta juga berdasarkan kajian risiko yang memprioritaskan dari tiga ancaman tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, BPBD DKI Jakarta saat ini menyusun rencana kontijensi(renkon) gempa bumi berdasarkan informasi secara resmi dari BMKG terkait dengan potensi ancaman bencana yang berdampak merusak wilayah di DKI Jakarta.
Sumber-sumber gempa di sekitar Jakarta yang berpotensi berdampak di wilayah Jakarta di antaranya tiga dari sesar aktif. Yakni Sesar Baribis potensi kekuatan Magnitudo (M) 6,5, Sesar Lembang potensi M6,8 dan Sesar Cimandiri potensi M6,7.
Selain itu, satu sumber gempa dari subduksi megathrust di Selat Sunda (Banten) dengan potensi M8,7. "Dari sisi selatan Jawa itu ada subduksi megathrust Selat Sunda dengan potensi magnitudo M8,7," katanya.
Kemungkinan terbesar potensi gempa yang dapat merusak di Jakarta adalah berasal dari zona subdukti selatan Banten dengan magnitude 8,7 dengan durasi 15 detik dan bahaya primernya adalah runtuhnya gedung atau bangunan.
Rian menegaskan, jika terjadinya gempa maka akan terjadi kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan konstruksi yang baik atau sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun, bagi bangunan yang tidak sesuai dengan SNI dapat menimbulkan kerusakan berat.
Rian menjelaskan, pihaknya juga terus membangun budaya kesadaran dengan melakukan beberapa langkah-langkah edukasi peningkatan kapasitas.
Selanjutnyasimulasi gempa bumi di beberapa fasilitas publik seperti rumah sakit, satuan pendidikan, gedung pemerintahan, hingga kelompok-kelompok masyarakat yang sudah dilakukan sejak 2015 sampai saat ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!