Terancam 30 Tahun Penjara, Kandidat Oposisi Venezuela Cari Suaka ke Spanyol
📅 Minggu, 08 Sep 2024, 14:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Ariana Cubillos
CARACAS -Pemerintah Venezuela pada hari Sabtu (7/9), mengatakan kandidat oposisi Edmundo Gonzalez Urrutia, yang menentang terpilihnya kembali Presiden Nicolas Maduro, telah meninggalkan negara itu untuk mencari suaka di Spanyol.
Gonzalez Urrutia telah bersembunyi selama sebulan, mengabaikan tiga panggilan berturut-turut untuk hadir di hadapan jaksa. Ia mengatakan menghadiri sidang tersebut dapat merenggut kebebasannya.
"Setelah berlindung secara sukarela di kedutaan besar Spanyol di Caracas beberapa hari yang lalu, (Gonzalez Urrutia) meminta suaka politik kepada pemerintah Spanyol," kata wakil presiden Venezuela di media sosial. Ia menambahkan Caracas telah menyetujui perjalanannya yang aman.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan di X, Gonzalez Urrutia "atas permintaannya" telah berangkat dengan pesawat militer Spanyol. Ia mengatakan Spanyol "berkomitmen terhadap hak politik" semua warga Venezuela.
Pengacara Gonzalez Urrutia, Jose Vicente Haro, juga mengkonfirmasi kepada AFP bahwa kandidat oposisi tersebut telah berangkat ke Spanyol. Ia menolak berkomentar lebih lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Venezuela mengalami krisis politik sejak pihak berwenang menyatakan Maduro sebagai pemenang pemilu 28 Juli.
Pihak oposisi berteriak curang, mengklaim memiliki bukti Gonzalez Urrutia telah menang dengan selisih yang nyaman.
Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa dan beberapa negara Amerika Latin, menolak mengakui Maduro sebagai pemenang pemilu tanpa Caracas merilis data pemungutan suara terperinci.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah pemilu, jaksa Venezuela mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Gonzalez Urrutia atas desakannya bahwa dialah pemenang sah pemilu tersebut.
Hasil Sengketa Pemilu
Pengacara Joel Garcia, yang membela tokoh-tokoh oposisi di Venezuela, mengatakan jika Gonzalez Urrutia didakwa dengan semua tuduhan pemerintah, ia dapat menghadapi hukuman penjara 30 tahun.
Pihak berwenang mengatakan Maduro telah memenangi pemilihan ulang untuk masa jabatan ketiga selama enam tahun dengan perolehan 52 persen suara.
Pihak oposisi menerbitkan catatan pemungutan suaranya sendiri, yang katanya menunjukkan Gonzalez Urrutia memenangkan 67 persen suara.
Otoritas pemilu Venezuela mengatakan tidak dapat memberikan rincian lengkap hasil pemilu, dan menyalahkan serangan siber pada sistemnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!