Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Mpox, KKP Batam Tingkatkan Pengawasan Pintu Masuk Internasional

📅 Sabtu, 07 Sep 2024, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Mpox, KKP Batam Tingkatkan Pengawasan Pintu Masuk Internasional Doc: ANTARA/Jessica
Ket. Suasana pintu kedatangan Pelabuhan Internasional Batam Center.

BATAM - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Kepulauan Riau meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk internasional, sebagai upaya pencegahan masuknya wabah Monkeypox (Mpox) di wilayah setempat.

Kepala KKP Kelas I Batam Ahmad Hidayat di Batam, Kamis mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kebijakan guna memastikan keamanan dan kesehatan penumpang yang datang dari luar negeri, dengan memperketat pengawasan dan pencegahan di pintu-pintu masuk internasional ke Batam.

"Sejak Mpox ditetapkan kembali sebagai PHEIC oleh WHO, belum ada kasus yang ditemukan di Batam. Namun, kami tetap waspada dan meningkatkan langkah-langkah pengawasan di berbagai sektor," ujar Ahmad.

Ia mengatakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, rumah sakit rujukan, laboratorium kesehatan masyarakat, pengelola pelabuhan, bandara, imigrasi, dan bea cukai terus ditingkatkan untuk memperkuat pengawasan.

Dengan berbagai langkah pencegahan ini, ia berharap Kota Batam tetap bebas dari Mpox meskipun status PHEIC telah ditetapkan oleh WHO.

"Kami juga telah mengoperasikan thermal scanner di bandara dan pelabuhan untuk mendeteksi penumpang yang mungkin memiliki gejala Mpox. Ini adalah bagian dari langkah pencegahan kami agar Batam tetap aman dari penyebaran penyakit ini," ujar Ahmad.

Ia menjelaskan hal tersebut juga dilakukan dengan menerapkan proses evaluasi atau self-assessment bagi penumpang melalui portal Satu Sehat Health Pass (SSHP) dari Kementerian Kesehatan, yang bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan.

"Kami telah bekerja sama dengan Bandara Hang Nadim dan maskapai penerbangan untuk memastikan penumpang yang datang dari luar negeri menjalani skrining kesehatan yang ketat," ujar dia.

Berdasarkan data Kemenkes RI sejak 2023 hingga Agustus 2024, total jumlah kasus Mpox di Indonesia telah mencapai 88 orang.

Kasus tertinggi Mpox di Indonesia terjadi pada 2023, yakni sebanyak 73 pasien terkonfirmasi.

Sementara itu pada 2024, jumlah yang terkonfirmasi adalah 14 kasus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.