Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO: Kematian Akibat Kolera Tahun Lalu Meningkat

📅 Jumat, 06 Sep 2024, 02:25 WIB | Oleh:
WHO: Kematian Akibat Kolera Tahun Lalu Meningkat Doc: AFP
Ket. Laporan WHO l Seorang perawat sedang memberikan vaksin kolera pada anak di Kota Gedaref, Sudan, pada November lalu. WHO melaporkan bahwa jumlah kasus dan kematian akibat kolera meningkat tajam tahun lalu.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (4/9) mengatakan bahwa jumlah kasus dan kematian akibat kolera meningkat tajam tahun lalu. Oleh karena itu WHO menyerukan lebih banyak tindakan untuk membendung penyakit yang dapat dicegah tersebut.

Kematian akibat kolera melonjak 71 persen sementara kasusnya naik 13 persen pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data baru dari badan PBB tersebut.

"Kolera menewaskan 4.000 orang tahun lalu, meskipun dapat dicegah dan diobati dengan mudah," kata kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers. "Konflik, perubahan iklim, air dan sanitasi yang tidak aman, kemiskinan dan pengungsian semuanya berkontribusi terhadap meningkatnya wabah kolera," imbuh dia.

Wilayah yang paling parah terkena kolera berubah secara signifikan. Penurunan kasus sebesar 32 persen terlihat di Timur Tengah dan Asia, sementara lonjakan besar sebesar 125 persen dilaporkan di Afrika, menurut data tersebut.

Sepanjang tahun ini lebih dari 342.000 kasus dan 2.400 kematian telah dicatat, sementara 22 negara melaporkan wabah aktif, kata Tedros.

Di antara yang terkena dampaknya adalah Sudan yang dilanda perang, yang mengumumkan epidemi kolera bulan lalu setelah hujan lebat. Angka-angka tersebut kemungkinan besar meremehkan jumlah korban sebenarnya dari penyakit tersebut, kata Philippe Barbosa, pimpinan teknis WHO untuk kolera.

Kolera yang menyebabkan diare parah, muntah-muntah, dan kram otot, umumnya timbul akibat makan atau minum makanan atau air yang terkontaminasi bakteri, menurut WHO. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

3 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

4 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.