Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Setujui Vaksin Kolera yang Lebih Sederhana

📅 Minggu, 21 Apr 2024, 12:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Setujui Vaksin Kolera yang Lebih Sederhana Doc: AFP/Fabrice Coffrini
Ket. Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers peringatan 75 tahun who di Jenewa, pada 6 April 2023.

JENEWA - WHO mengumumkan telah menyetujui versi baru vaksin kolera oral yang lebih sederhana dari, yang akan membantu meningkatkan jumlah dosis yang tersedia ketika kasus global meningkat.

Vaksin Euvichol-S adalah formulasi Euvichol-Plus yang disederhanakan, dengan komponen yang lebih sedikit, sehingga memungkinkan produksi dalam jumlah besar dengan lebih cepat.

Vaksin ini diproduksi oleh EuBiologics, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan lampu hijau pada vaksin Euvichol dan Euvichol-Plus dari perusahaan Korea Selatan tersebut.

WHO mengatakan vaksin baru ini memiliki tingkat kemanjuran yang serupa.

"Vaksin baru ini adalah produk ketiga dari keluarga vaksin kolera yang kami miliki dalam daftar prakualifikasi WHO kami," kata Rogerio Gaspar, direktur departemen regulasi dan prakualifikasi badan kesehatan PBB, Jumat (19/4).

"Prakualifikasi baru ini diharapkan memungkinkan peningkatan pesat dalam produksi dan pasokan yang sangat dibutuhkan oleh banyak komunitas yang berjuang melawan wabah kolera."

Sekitar 473.000 kasus kolera dilaporkan ke WHO pada 2022 - dua kali lipat jumlahnya dibandingkan tahun 2021. Data awal menunjukkan lebih dari 700.000 kasus dilaporkan pada tahun lalu.

Meskipun pasokan global vaksin kolera oral meningkat 18 kali lipat antara tahun 2013 dan 2023, lonjakan permintaan telah menyebabkan kekurangan global.

Saat ini, 23 negara melaporkan wabah kolera. Dampak paling parah dirasakan di Komoro, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Mozambik, Somalia, Zambia, dan Zimbabwe.

Dalam pernyataan bersama, aliansi vaksin Gavi dan badan anak-anak PBB UNICEF mengatakan langkah tersebut akan membantu memproduksi "vaksin dalam jumlah lebih banyak, lebih cepat, dan dengan biaya lebih rendah".

Mereka mengatakan hal itu akan membantu meningkatkan stok global dari 38 juta dosis pada tahun 2023 menjadi sekitar 50 juta pada tahun ini.

Langkah WHO ini "mewakili bantuan bagi komunitas rentan di seluruh dunia", kata Derrick Sim, kepala pasar vaksin Gavi.

"Persetujuan terhadap produk baru ini terjadi pada saat yang sangat penting mengingat peningkatan tajam wabah kolera yang kita lihat di seluruh dunia."

Vaksin cair memiliki umur simpan 24 bulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.