Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Jaga Stabilitas Harga Pangan

📅 Jumat, 06 Sep 2024, 05:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Harus Jaga Stabilitas Harga Pangan Doc: Antara
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat meninjau Pasar Tradisional Sidomulyo. Lampung Selatan, Kamis (5/9).

Bandarlampung - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta masyarakat memaklumi jika harga pangan naik-turun. Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki kepulauan dengan jarak jauh sehingga berpengaruh ke distribusi.

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan di pasaran guna menjaga konsumsi dan produktivitas petani.

"Mengenai stabilitas pangan ini penting sekali, sebab ketika saya bilang harga terlalu murah kasihan petani tapi kalau harga mahal masyarakat kesulitan," ujar Zulkifli Hasan di Lampung Selatan, Kamis (5/9).

Seperti dikutip dari Antara, Zulkifli mengatakan pemerintah berupaya terus untuk menjaga stabilnya harga pangan di pasaran agar tidak menimbulkan gejolak.

"Karena kalau terlalu rendah harganya seperti di sini cabai sekarang Rp25 ribu per kilogram, bawang merah Rp25 ribu per kilogram petani bisa bangkrut kasihan, tanahnya bisa dijual untuk modal hidup. Tapi konsumen yang senang karena membeli dengan murah," katanya.

Dia melanjutkan oleh karena itu pemerintah mengatur harga pangan agar tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, sehingga dapat meningkatkan daya beli konsumen sekaligus menjaga produktivitas petani.

"Makanya pemerintah mengatur harganya itu tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu murah. Misalnya bawang patokan harganya Rp40 ribu per kilogram, tapi sekarang kenyataannya hanya Rp25 ribu per kilogram," ucap dia.

Menurut dia, di Provinsi Lampung pada awal September ini mengalami deflasi sehingga harus kembali di jaga stabilitas harga pangan di daerah.

"Di sini tidak inflasi bulan ini, lebih ke deflasi karena terlalu murah harganya bukan naik," tambahnya.

Tanggapan lain dikatakan oleh salah satu pedagang di Pasar Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan.

"Cabai rawit sekarang Rp50 ribu per kilogram dari Rp38 ribu per kilogram, cabai merah Rp40 ribu per kilogram dari Rp35 ribu per kilogram," kata Latifah.

Ia mengatakan tidak ada kendala dalam pendistribusian pasokan pangan bagi pedagang dari daerah sentra produksi.

"Naik turun harga ini biasa, tidak ada kendala dalam distribusi karena pedagang punya pemasok masing-masing langsung dari daerah sentra pangan baik di dalam Provinsi Lampung atau di luar Lampung," ujar dia lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.