Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, Berikut Rekomendasi Akselerasi Digitalisasi dari IDSF

📅 Kamis, 05 Sep 2024, 18:25 WIB | Oleh:
Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, Berikut Rekomendasi Akselerasi Digitalisasi dari IDSF Doc: Istimewa.
Ket. Founder IDSF Muhammad Awaluddin.

JAKARTA - Digitalisasi dinilai dapat menjadi mesin untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% yang dicanangkan pemerintahan Prabowo - Gibran. Indonesia Digital Society Forum (IDSF) sebagai wadah para ahli, praktisi, masyarakat umum, korporasi dan pemerintah dalam mengakselerasi implementasi digitalisasi di berbagai aspek, mendorong agar seluruh pihak terkait dapat berkolaborasi dalam mengoptimalkan sumber daya di sektor digital nasional.

"Dibutuhkan orkestrasi yang matang dalam mensinergikan seluruh komponen pembangunan digital. Berbagai dokumen strategis transformasi digital telah disusun, namun perlu adanya proses sinkronisasi yang efektif dan sinergi di antara para stakeholder," ujar Founder IDSF Muhammad Awaluddin dalam diskusi IndoTelko Forum bertema "Unlocking Digital Economy for 8% Growth di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, ia mengatakan IDSF telah menyusun Research Paper Economy Digital yang berisikan masukan dan saran dalam pengembangan digitalisasi di Indonesia.

"IDSF melakukan sejumlah penelitian termasuk diskusi dengan berbagai stakeholder untuk merumuskan suatu model kerangka kerja yang dapat memperkuat orkestrasi dalam transformasi digital yang dijalankan Indonesia. Kami menyebut kerangka kerja tersebut sebagai Kerangka Kerja Transformasi Digital Indonesia - IDSF Model," ujar Awaluddin.

IDSF juga mengemukakan 8 poin penting dalam mengakselerasi ekonomi digital di Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi Ke-8 poin penting itu adalah Pengembangan Infrastruktur Digital, Transformasi Digital UMKM, Peningkatan Keterampilan dan Kapasitas Tenaga Kerja, Inovasi dan Kewirausahaan Digital, Keamanan dan Privasi Digital, Akses dan Ekspansi ke Pasar Global, Digitalisasi Layanan Publik, dan Riset dan Pengembangan Teknologi.

Di dalam diskusi yang sama, Editor Buku Strategi Transformasi Bangsa, Prabowo Subianto, Dirgayuza Setiawan mengatakan kolaborasi salah satu strategi mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dengan mendukung pembangunan AI data center.

"Kunci pertumbuhan 8% adalah kolaborasi, kebersamaan. Butuh kerja sama yang kuat swasta dan pemerintah. Semua perlu duduk bareng dengan time frame yang sedikit. Selain itu, kita harus berbicara bahasa yang sama, yakni bahasa peluang. Kita harus melihat peluang dunia yang sama dan kita perlu pahami kemampuan kita agar bisa ajak para mitra agar bisa bertumbuh bersama Indonesia," katanya.

Dirgayuza menuturkan melalui kolaborasi maka Indonesia dapat mengatasi berbagai tantangan di depan untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

"Kalau kita hanya di kecepatan (pertumbuhan ekonomi) 5-5,5% maka pesawat Indonesia dengan 300 juta penduduk ini tidak akan take off, oleh karena itu dengan memahami tantangan ini pilot kita Prabowo Subianto akan membawa terbang," ujar Dirgayuza.

Sementara itu, Sekjen Partnership Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA) Sri Safitri menuturkan teknologi menjadi salah satu enabler dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8%.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.