Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

118 Juta Warga Afrika Terancam Kekeringan dan Panas Ekstrem

📅 Rabu, 04 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh:
118 Juta Warga Afrika Terancam Kekeringan dan Panas Ekstrem Doc: AFP/BOBB MURIITHI
Ket. Warga berteduh dari terik matahari di kamp pengungsi Dadaab, di Kenya, baru-baru ini. Organisasi Meteorologi Dunia pada Senin (2/9) merilis laporan perubahan iklim yang parah pada 2030.

LONDON - Menurut laporan Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) yang dirilis pada Senin (2/9), hampir 118 juta orang di Afrika akan terpapar perubahan iklim yang parah pada tahun 2030 jika tindakan yang tepat tidak diambil. Para warga ini akan terpapar kekeringan, banjir, dan panas ekstrem di Afrika, jika tindakan respons yang memadai tidak dilakukan.

Pada 2030, diperkirakan hingga 118 juta orang yang sangat miskin (hidup dengan kurang dari 1,90 dollar AS atau kurang dari 30.000 rupiah per hari) akan terpapar kekeringan, banjir, dan panas ekstrem di Afrika, jika tindakan respons yang memadai tidak dilakukan.

Seperti dikutip dari Antara, laporan itu menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan investasi dalam adaptasi iklim dan inisiatif pembangunan ketahanan untuk mengurangi dampak perubahan iklim di benua tersebut.

Negara-negara Afrika kehilangan rata-rata 2-5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka setiap tahun dan banyak yang mengalihkan hingga 9 persen dari anggaran mereka untuk menanggapi iklim yang ekstrem.

Di Afrika sub-Sahara saja, biaya adaptasi diperkirakan mencapai antara 30-50 miliar dollar AS (sekitar 466-777 triliun rupiah) per tahun selama dekade berikutnya, yang setara dengan 2-3 persen dari /PDB kawasan tersebut.

Pengentasan Kemiskinan

Laporan itu menggarisbawahi hal itu akan memberikan tekanan yang sangat besar pada upaya pengentasan kemiskinan dan sangat menghambat pertumbuhan ekonomi di seluruh benua. s"Afrika telah mengamati tren pemanasan selama 60 tahun terakhir yang telah menjadi lebih cepat daripada rata-rata global," kata Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, dalam sebuah pernyataan.

Saulo menambahkan benua itu mengalami gelombang panas yang mematikan, hujan lebat, banjir, siklon tropis, dan kekeringan yang berkepanjangan pada 2023. Tahun 2023 telah dipastikan sebagai tahun terhangat yang pernah tercatat dan telah membawa peristiwa iklim yang menghancurkan ke berbagai bagian Afrika.

Sementara negara-negara di timur Afrika, yang juga dikenal sebagai "Horn of Africa" (Tanduk Afrika), Afrika Selatan dan Afrika Barat Laut berjuang melawan kekeringan yang berkepanjangan selama beberapa tahun, wilayah lain menderita curah hujan ekstrem yang menyebabkan banjir besar.

Kondisi iklim ekstrem tersebut telah menimbulkan konsekuensi parah yang mengakibatkan hilangnya nyawa, pengungsian massal dan kerusakan ekonomi yang signifikan. "Pola cuaca ekstrem ini terus berlanjut pada 2024," Saulo menambahkan.

"Beberapa wilayah di Afrika Selatan dilanda kekeringan yang merusak, dan curah hujan musiman yang luar biasa telah menyebabkan kematian dan kehancuran di negara-negara Afrika Timur, yang terbaru di Sudan dan Sudan Selatan, yang memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah," kata Saulo.

Sementara itu, menurut jajak pendapat terhadap lebih dari 5.600 anak muda di 16 negara yang dirilis Selasa (3/9), enam puluh persen pemuda Afrika ingin meninggalkan negara mereka karena korupsi yang tak terkendali mengancam masa depan mereka.

Dikutip dari Voice of America (VoA), korupsi dipandang sebagai "rintangan terbesar" yang mereka hadapi untuk mencapai potensi mereka sendiri dan kehidupan yang lebih baik, menurut Ichikowitz Family Foundation yang berpusat di Johannesburg, yang melakukan jajak pendapat terhadap 5.604 orang berusia 18 hingga 24 tahun.

"Yang terutama, mereka tidak yakin pemerintah mereka berbuat cukup banyak untuk mengatasi masalah ini, dan karena itu, hampir 60 persen berencana beremigrasi dalam lima tahun ke depan," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.