Bekasi Jalankan Aksi Tanggap Darurat Kekeringan
📅 Selasa, 03 Sep 2024, 03:09 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
BEKASI - Kekeringan telah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Tak terkecuali, daerah Kabupaten Bekasi. Untuk menghadapi situasi demikian, Pemerintah Kabupaten Bekasi menjalankan aksi tanggap darurat kekeringan. Kegiatan ini dijalankan bersama forum koordinasi pimpinan daerah serta unsur terkait.
Kami menjalankan aksi tanggap darurat kekeringan untuk menanggulangi bencana sekaligus memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan kebutuhan dasar," tandas penjabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, Senin.
"Kami bersama forkopimda langsung turun ke lapangan meninjau kondisi kekeringan tiga di Desa Wanajaya dan Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung. Lalu, Desa Karangharja di Kecamatan Pebayuran," katanya.
Dia menyatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut rencana aksi yang dijalankan pemerintah daerah usai menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 14 hari terhitung mulai 30 Agustus hingga 12 September 2024.
Aksi turun ke lapangan ini sekaligus dalam rangka meningkatkan sinergisitas antara segenap pemangku kebijakan dan kepentingan untuk bersama-sama menanggulangi bencana kekeringan di Kabupaten Bekasi. "Kami melihat, mendengar, dan merasakan keluhan para warga serta petani. Kami langsung secara cepat tanggap merespons keluhan," tambah Dedy.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Dedy, pemkab telah mendistribusikan berbagai bantuan bagi masyarakat maupun petani terdampak kekeringan. Ini baik dalam bentuk alat pendukung pertanian maupun air bersih untuk warga yang kesulitan mendapatkan.
"Kita dapat bantuan Kementerian Pertanian sebanyak 145 pompa dengan berbagai jenis sesuai dengan kebutuhan. Kemudian ada juga bantuan pengiriman alat berat dari Kementerian PUPR. Semua telah kami distribusikan ke wilayah dan masyarakat yang membutuhkan," tambah Dedy.
Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mengoptimalkan alokasi anggaran yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini baik kekeringan di areal pertanian maupun kesulitan air bersih di permukiman.
"Selama masa tanggap darurat, kami akan optimalkan dana BTT. Mudah-mudahan mencukupi," katanya. Dedy mengajak swasta, termasuk kalangan dunia usaha, khususnya pengelola kawasan industri untuk terlibat aktif membantu warga terdampak dan sekaligus mengatasi kekeringan seperti sekarang.
"Mereka bisa membantu dengan CSR. Selain kekeringan pertanian, kita juga berikan bantuan air bersih seperti di wilayah Bojongmangu dan Muaragembong," tuturnya.
Ditetapkan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama dua pekan mulai 30 Agustus hingga 12 September. Ada opsi perpanjangan bergantung pada kondisi faktual ke depan.
Penetapan status tanggap darurat bencana kekeringan dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Bekasi tanggal 30 Agustus. "Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama perangkat daerah dan instansi terkait, kami memutuskan tanggap darurat kekeringan dengan langsung menjalankan rencana aksi," tandas Dedy Supriyadi akhir pekan lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!