Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sepuluh Desa di Karawang Ini Alami Krisis Air Bersih akibat Musim Kemarau

📅 Senin, 02 Sep 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sepuluh Desa di Karawang Ini Alami Krisis Air Bersih akibat Musim Kemarau Doc: ANTARA/Heru Suyitno
Ket. Ilustrasi - Pendistribusian air bersih.

Karawang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebutkan sebanyak sepuluh desa yang tersebar di lima kecamatan mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini.

"Daerah yang terdampak kemarau hingga kesulitan air bersih adalah wilayah Karawang bagian selatan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Ferry Muharramsaat dihubungi di Karawang, Minggu.

Ia menyampaikan bahwa kekeringan yang terjadi di wilayah Karawang selatan itu sudah terjadi sejak sekitar sebulan terakhir.

Daerah yang dilaporkan mengalami kekeringan di antaranya Kecamatan Pangkalan yang meliputi Desa Mulangsari, Kertasari, Jatilaksana dan Desa Taman Mekar.

Kemudian di Desa Kutalanggeng Kecamatan Tegalwaru serta tiga desa di Kecamatan Telukjambe Barat yang meliputi Desa Wanakerta, Wanajaya, dan Desa Wanasari.

Selanjutnya, Desa Parungmulya Kecamatan Ciampel dan Desa Curug Kecamatan Klari.

Ferry menyebutkan bahwa jumlah warga yang terdampak kekeringan di sepuluh desa tersebut berjumlah 2.979 keluarga yang terdiri atas 7.850 jiwa.

Menurut dia, pada musim kemarau Agustus 2024 terjadi sebuah eskalasi suhu panas. Sehingga menyebabkan beberapa wilayah terkena dampak kekeringan.

Dalam mengatasi kekeringan itu pihaknya telah menyalurkan air bersih ke daerah yang dilanda krisis air bersih. Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan logistik berupa sejumlah kebutuhan pokok kepada warga yang terdampak.

"Sampai saat ini, kami telah menyalurkan air bersih sebanyak 186.000 liter atau 32 tangki air bersih kepada warga terdampak kekeringan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.