Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sorgum Bisa Jadi Solusi Turunkan Stunting

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sorgum Bisa Jadi Solusi Turunkan Stunting Doc: ANTARA/RAISAN AL FARISI
Ket. Petani merawat tanaman sorgum di kebun Sekemala Integrated Farming (Sein Farm), Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/8/2024).

JAKARTA - Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (BBPPMD- PDTT) Jakarta menyebut sorgum bisa menjadi solusi menurunkan angka stunting mengingat kandungan gizi yang tinggi.

"Sorgum punya banyak manfaat salah satunya untuk program penurunan stunting karena gizi yang cukup tinggi yang dikandung," ujar Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda BBPPMD-PDTT Jakarta Riska Yolanda dalam seminar daring yang diselenggarakan BBPPMD Jakarta, Kamis (29/8).

Dia merinci setiap 100 gram sorgum mengandung sekitar 322 kalori, 11 gram protein, lalu 3,3 gram lemak, 73 gram karbohidrat, serat sebanyak 2,3 persen, kalsium sebanyak 28 miligram, 287 miligram fosfor, dan 4,4 miligram zat besi.

Sementara beras untuk takaran yang sama, kandungan kalorinya sebanyak 360 kalori, 7 gram protein, lemak sebanyak 6,7 gram, karbohidrat sebanyak 79 gram, 1 persen serat, 6 miligram kalsium, 147 miligram fosfor, dan 0,8 miligram zat besi.

"Jadi sorgum bisa dipakai sebagai salah satu alternatif untuk program penurunan stunting," kata dia.

Stunting termasuk masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebesar 21,5 persen atau turun 0,1 persen dari tahun sebelumnya yakni 21,6 persen.

Sementara di Jakarta, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan tahun 2022 menunjukkan prevalensi balita mengalami stunting berada pada angka 14,8 persen.

Pemerintah melakukan sejumlah upaya termasuk melakukan intervensi gizi pada ibu sebelum dan saat hamil, serta intervensi pada anak usia 6 bulan sampai 2 tahun.

Di sisi lain, Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan lima pilar, salah satunya menyebut terkait menyediakan pangan yang baik.

Masyarakat yang diketahui telah memanfaatkan sorgum guna menurunkan angka stunting, salah satunya di Desa Klatanlo, Wulanggitang, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Budi daya sorgum dilakukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) guna membantu warga miskin yang mengalami masalah gizi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.