Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penggunaan AI oleh Mahasiswa Rentan Risiko, Perlu Penguatan Etika

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penggunaan AI oleh Mahasiswa Rentan Risiko, Perlu Penguatan Etika Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Ilustrasi.

Albert Hasudungan, Universitas Prasetiya Mulya

Artificial intelligence (AI) telah memberikan akses informasi tanpa batas dalam waktu singkat, sehingga memberikan kemudahan dalam hal pendidikan. Dengan adanya AI, mahasiswa dapat mengumpulkan berbagai informasi sekunder yang dibutuhkan untuk pengerjaan tugas dalam waktu lebih cepat daripada pencarian artikel manual.

Namun, AI juga dapat menimbulkan beberapa persoalan, seperti bocornya data pribadi, bias teknologi dalam penanganan mentalitas manusia, serta kurangnya tingkat keaslian karya apabila mahasiswa bergantung penuh terhadap AI dalam pengerjaan tugas.

Kondisi ini memerlukan penguatan etika untuk mencegah penyalahgunaan AI yang berakibat fatal bagi psikis maupun pertumbuhan intelektualitas mahasiswa. Penguatan etika ini sebaiknya tidak hanya menitikberatkan pada teknologi, tetapi juga mengasah moral akan pentingnya nilai humanisme dalam penggunaan teknologi.

AI dan kebocoran data

Mahasiswa pengguna AI rentan mengalami kebocoran data, karena mereka memiliki literasi yang berbeda-beda dalam melindungi data pribadinya. Mahasiswa yang mempunyai literasi dan kepedulian tinggi terhadap perlindungan data tentunya akan membaca lebih detail terkait data yang disebarkan dan dirahasiakan dalam platform AI tertentu.

Namun, mereka yang mempunyai literasi rendah akan rentan menjadi korban penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Secara umum, Indonesia menduduki peringkat 3 terbesar dari kebocoran data dari seluruh negara di kawasan Asia Pasifik selama 2021 dan 2022.

AI sebagai konsultan kesehatan mental

Selain itu, banyak remaja usia sekolah ataupun mahasiswa yang menggunakan chatbot AI untuk memberikan solusi atas masalah psikologis yang sedang mereka hadapi.

Masalahnya, reliabilitas jawaban AI atas masalah psikologis masih dipertanyakan. Dalam penelitian kejiwaan, AI mengganti peran manusia (dehumanisasi) dalam memberikan konsultasi psikologi. Artinya, ada komponen manusiawi yang hilang yakni empati dan juga pengertian akan perasaan pasien. Ini menyebabkan adanya bias terhadap respon dari masalah psikologi manusia.

Data dari Global Online Safety Survey 2024 menunjukkan, ketergantungan yang tinggi akan AI membawa masalah keyakinan yang salah (false belief) serta mengganggu mental dan kondisi psikologi siswa seperti halusinasi (AI hallucination) dan kepribadian palsu (deepfakes).

AI kurangi keaslian karya

Ketergantungan yang tinggi terhadap AI juga dapat menurunkan keaslian karya karena tidak mendorong siswa untuk berpikir kritis terhadap suatu permasalahan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Columbia di Amerika Serikat (AS), salah satu kemampuan manusia yang tidak bisa ditiru AI adalah empati manusia, kreativitas dan motivasi.

Di dalam pengajaran di kelas, tugas akhir berupa presentasi, pembuatan video observasi lapangan hingga pembuatan makalah, adalah salah satu capaian untuk mendorong motivasi, kemampuan berpikir kritis dan juga kreativitas mahasiswa. Pasalnya, presentasi kelompok dapat menumbuhkan nilai kerja sama, kreativitas dan juga kemampuan berpikir kritis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.