Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gara-gara Kebakaran Hutan, Kanada Masuk 4 Besar Penghasil Emisi Karbon

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 10:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gara-gara Kebakaran Hutan, Kanada Masuk 4 Besar Penghasil Emisi Karbon Doc: CNA/Reuters/Kopral Marc-Andre Leclerc
Ket. Api membumbung tinggi di sepanjang tepian kebakaran hutan seperti yang terlihat dari helikopter Angkatan Bersenjata Kanada yang sedang mengamati area dekat Mistissini, Quebec, Kanada pada 12 Juni 2023.

OTTAWA - Kebakaran hutan yang memecahkan rekor pada tahun 2023 menempatkan Kanada ke dalam daftar empat negara dengan emisi gas rumah kaca teratas di dunia tahun itu, menurut sebuah studi hari Rabu (28/8).

Tahun lalu terjadi kebakaran hutan dahsyat di seluruh negeri, 15 juta hektare atau sekitar empat persen dari total luas hutan Kanada, terbakar dan lebih dari 200.000 orang mengungsi .

Dengan melihat data satelit dari kepulan asap dari kebakaran yang terjadi mulai bulan Mei hingga September tahun lalu, para peneliti menentukan sebanyak 2.371 megaton karbon dioksida dan monoksida telah dilepaskan, sehingga mendorong Kanada naik peringkat dari posisi kesebelas ke posisi keempat di antara negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia.

Angka ini menempatkan negara tersebut hanya di belakang Tiongkok, Amerika Serikat, dan India pada tahun 2023.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Para peneliti memperingatkan bahwa cuaca panas dan kering yang menjadi penyebab kebakaran tersebut diperkirakan akan menjadi hal yang biasa pada tahun 2050-an, dan "kemungkinan akan menyebabkan peningkatan aktivitas kebakaran."

"Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang apakah kebakaran yang berpotensi lebih sering dan intens dalam beberapa dekade mendatang akan menekan kemampuan hutan Kanada untuk terus berfungsi sebagai penyerap karbon," kata Brendan Byrne, penulis utama studi tersebut, kepada AFP.

Hutan boreal Kanada, hamparan luas yang membentang dari Samudra Pasifik hingga Samudra Atlantik, menyimpan sejumlah besar CO2 yang dikenal sebagai "terserap".

Saat hutan yang hangus tumbuh kembali selama beberapa dekade, CO2 yang dilepaskan oleh kebakaran hutan biasanya diserap kembali.

Namun, peningkatan ukuran dan jumlah kebakaran tahunan, ditambah dengan kekeringan di beberapa wilayah, dapat berarti hutan membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh kembali.

"Hal itu pada gilirannya "dapat menekan penyerapan karbon oleh hutan," kata penelitian tersebut.

Kanadaharus menyesuaikan ke bawah tingkat emisi bahan bakar fosil yang diizinkan guna "mengimbangi berkurangnya penyerapan karbon oleh hutan," simpulnya.

Berdasarkan perjanjian Paris, Ottawa telah sepakat untuk mengurangi emisi karbon sebesar 40 hingga 45 persen dari tingkat tahun 2005 pada tahun 2030.

Total emisi setara CO2 Kanadadari pembakaran bahan bakar fosil pada tahun 2022 adalah 708 megaton, menurut data pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.