Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Digital Tingkatkan Efisiensi dan Perluas Pasar UMKM

📅 Rabu, 28 Agu 2024, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teknologi Digital Tingkatkan Efisiensi dan Perluas Pasar UMKM Doc: ANTARA/Mega Tokan
Ket. Ilustrasi - Calon pembeli memilih produk kerajinan berbahan kain tenun khas NTT di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (26/08/2024).

Jakarta - Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Anastuty Kusumowardhani mengatakan adopsi teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi dan perluasan akses pasar dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Studi menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital oleh UMKM diyakini dapat meningkatkan efisiensi efektivitas dan perluasan akses pasar UMKM sehingga dapat meningkatkan daya saing dan mendorong UMKM naik kelas," kata Anastuty dalam lokakarya Strategi Go-Digital UMKM Zaman Now di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan UMKM memiliki peranan penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Sektor UMKM memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 64 persen dan berkontribusi sebesar 15,65 persen terhadap ekspor non migas.

Dari jumlah unit usaha, terdapat 65,5 juta UMKM atau mencapai 99 persen dari keseluruhan unit usaha. Dengan jumlah tersebut, kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai 96,92 persen dari total tenaga kerja dan 80 persen diantaranya adalah perempuan.

"Dengan kontribusi tersebut tidak dapat dipungkiri UMKM pun memiliki peranan krusial pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Ia mengatakan salah satu jurnal mengungkapkan bahwa teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi dan peningkatan produktivitas yang mendorong UMKM untuk naik kelas dari usaha mikro hingga usaha besar yang lebih tangguh dan kompetitif dengan lingkup yang lebih besar untuk menciptakan tenaga kerja.

Studi yang lain mengemukakan bahwa UMKM yang mengadopsi teknologi digital dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai tambah sebesar 25 persen dan produktivitas sebesar 17 persen.

Selanjutnya, ada studi yang menekankan bahwa transformasi digital dapat mendorong pertumbuhan produktivitas, menurunkan biaya transaksi integrasi ke pasar global serta meningkatkan produktivitas akses ke sumber pembiayaan dan layanan pemerintah.

Anastuty mengatakan digitalisasi UMKM di Indonesia menunjukkan potensi yang sangat besar. Berdasarkan data dari Asosiasi E-Commerce Indonesia, terdapat 25,3 juta UMKM atau sekitar 39 persen telah on boarding di saluran e-commerce pada tahun 2023.

Akselerasi QRIS juga terus berlanjut dengan dominasi merchant UMKM. Per Mei 2024 mayoritas transaksi QRIS merupakan transaksi yang berasal dari merchant UMKM yaitu 390,14 juta transaksi atau 75 persen dan Rp32,86 triliun atau sekitar 74 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.