Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Anjlok Setelah Melonjak Akibat Penutupan Ladang di Libya dan Konflik Timur Tengah

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 11:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Anjlok Setelah Melonjak Akibat Penutupan Ladang di Libya dan Konflik Timur Tengah Doc: CNA/Reuters/Ismail Zitouny
Ket. Tangki penyimpanan minyak mentah terlihat di kilang minyak Azzawiya, di Zawiyah, sebelah barat Tripoli, Libya, 23 Juli 2020.

BEIJING - Harga minyak menghentikan kenaikannya baru-baru ini, merosot dalam perdagangan Asia pada hari Selasa (27/8) setelah melonjak lebih dari 7 persen dalam tiga sesi sebelumnya karena kekhawatiran pasokan yang dipicu oleh ketakutan akan konflik Timur Tengah yang lebih luas dan penutupan ladang minyak Libya.

Harga minyak mentah Brent turun 32 sen atau 0,39 persen menjadi $81,11 per barel pada pukul 01.54 GMT, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 36 sen atau 0,46 persen menjadi $77,06 per barel.

Pasar minyak mengalami sedikit kemunduran setelah kenaikan tajam dalam tiga sesi sebelumnya didorong oleh ekspektasi pemotongan suku bunga AS yang dapat meningkatkan permintaan bahan bakar, serangan militer antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selama akhir pekan yang mengancam konflik Timur Tengah yang lebih luas yang berpotensi mengganggu pasokan dari wilayah produksi utama dan penutupan ladang minyak di Libya.

Selama periode itu, WTI naik 7,6 persen dan Brent naik 7 persen.

"Pasar tetap waspada karena pertikaian antara Israel dan Hizbullah semakin memanas," kata analis ANZ dalam sebuah catatan. "Risiko terganggunya pasokan minyak menjadi nyata setelah pemerintah Libya timur mengatakan akan menghentikan semua produksi dan ekspor minyak karena pertikaian politik semakin dalam."

Perselisihan politik itu dapat mempengaruhi hingga 1,17 juta barel produksi per hari dari negara Afrika Utara itu, berdasarkan data dari survei Reuters terbaru terkait produksi negara-negara OPEC pada bulan Juli.

Minyak juga didukung oleh meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah, dengan pertukaran rudal besar-besaran di antara keduanya saat Hizbullah mencoba membalas pembunuhan seorang komandan senior bulan lalu.

Seorang jenderal tinggi AS mengatakan pada hari Senin, bahaya yang lebih luas telah sedikit mereda tetapi potensi serangan Iran terhadap Israel tetap menjadi risiko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.