Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Austria Siap Donasikan Vaksin Mpox ke Sejumlah Negara Afrika

📅 Senin, 26 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Austria Siap Donasikan Vaksin Mpox ke Sejumlah Negara Afrika Doc: ISTIMEWA
Ket. Vaksin Mpox

JENEWA - Menteri Kesehatan Austria, Johannes Rauch, menyatakan Wina akan mendonasikan vaksin cacar jenis mpox ke negara-negara Afrika, seiring dengan perjuangan benua itu melawan wabah virus yang terus mengganas.

"Austria siap mendonasikan vaksin mpox ke negara-negara Afrika. Wabah mpox terbaru membahayakan nyawa dan kesehatan puluhan ribu orang di sana. Saya mendukung seruan @SKyriakidesEU untuk tindakan terkoordinasi oleh negara-negara Uni Eropa (EU)," kata Rauch di X, pekan lalu.

"Kami akan segera mengklarifikasi jumlah dosis yang tepat dan detail pengorganisasiannya dengan Komisi EU," tambahnya.

Seperti dikutip dari Antara, inisiatif Austria ini datang tak lama setelah Komisaris Kesehatan EU, Stella Kyriakides, menyerukan solidaritas dan kerja sama.

"Saya telah menulis kepada menteri-menteri kesehatan EU untuk menginformasikan tentang rencana donasi vaksin dan terapi #mpox. Solidaritas adalah kunci untuk mengatasi ancaman kesehatan global. Kami mengandalkan negara-negara anggota untuk mendukung mitra Afrika dalam menangani wabah ini," tulis Kyriakides di X.

Austria memiliki cadangan sebanyak 34.000 dosis, yang dapat digunakan untuk lebih dari 170.000 vaksinasi sesuai dengan rekomendasi Komite Vaksinasi Nasional.

Menyebar Cepat

Infeksi virus yang menyebar melalui kontak dekat ini dinyatakan sebagai darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional oleh WHO pekan lalu, setelah varian baru virus tersebut menyebar dengan cepat di Republik Demokratik Kongo dan sekitarnya.

Menurut dokter dan pakar kesehatan masyarakat di Amerika Serikat (AS), kendati Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menyatakan mpox sebagai darurat kesehatan global, mpox sangat tidak mungkin menyebabkan penutupan sekolah.

Di tengah perdebatan tentang apakah wabah mpox dapat mempengaruhi pendidikan, pejabat kesehatan di pemerintah federal AS tidak memperkirakan bahwa kasus mpox akan menyebabkan penutupan sekolah seperti pada masa pandemi Covid-19.

"Ini tidak seperti Covid, yang tanda-tandanya tidak terlihat pada diri seseorang," kata Christina Hutson, Kepala Cabang Virus Cacar dan Rabies di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) di Atlanta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.