Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB: Pasifik Hadapi 'Pemusnahan'

📅 Jumat, 23 Agu 2024, 02:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB: Pasifik Hadapi 'Pemusnahan' Doc: AFP/MANAUI FAULALO
Ket. Antonio Guterres

APIA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Kamis (22/8) memperingatkan bahwa beberapa wilayah Pasifik menghadapi "pemusnahan" akibat topan yang disebabkan oleh perubahan iklim, gelombang panas laut, dan kenaikan permukaan laut.

Saat berkunjung ke Samoa, Guterres mengatakan nasib kepulauan Pasifik bergantung pada pembatasan pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.

Hampir 200 negara sepakat untuk mencapai target tersebut dalam perjanjian iklim Paris tahun 2015, namun perkiraan PBB menunjukkan bahwa dunia tidak berada pada jalur yang tepat untuk mencapainya.

"Tinggi dan naiknya permukaan air laut menimbulkan ancaman besar bagi Samoa, Pasifik, dan negara-negara berkembang kepulauan kecil lainnya, dan tantangan-tantangan ini memerlukan tindakan tegas internasional," kata Guterres.

Kenyataan itu amat miris karena kawasan Pasifik hanya menyumbang 0,02 persen emisi karbon global, ujar Guterres.

"Namun Anda berada di garis depan krisis iklim, menghadapi peristiwa cuaca ekstrem mulai dari amukan siklon tropis hingga gelombang panas laut," imbuh Sekjen PBB itu.

"Permukaan air laut meningkat lebih cepat dibandingkan rata-rata global, sehingga menimbulkan ancaman nyata bagi jutaan penduduk Kepulauan Pasifik. Masyarakat menderita, perekonomian hancur, dan seluruh wilayah menghadapi kehancuran," tegas dia.

Dalam pernyataannya, Guterres pun mendesak negara-negara kaya untuk memenuhi komitmen mereka untuk membantu membayar dampak perubahan iklim di negara-negara berkembang. Ia juga menyerukan tindakan internasional untuk mengatasi dampak perubahan iklim, penangkapan ikan berlebihan dan polusi plastik di Samudra Pasifik.

Guterres mengatakan kepentingan negara-negara besar di kawasan ini meningkat, sebuah singgungan pada perebutan kekuasaan dan pengaruh di Pasifik antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya.

"Pasifik paling baik dikelola oleh penduduk kepulauan Pasifik," kata Sekjen PBB. "Ini tidak boleh menjadi forum persaingan geostrategis," ucap dia.

Tingkatkan Kesadaran

Sekjen Guterres berada di kawasan Pasifik untuk mengikuti KTT Pemimpin Forum Kepulauan Pasifik yang akan dimulai awal pekan depan. Selain mengikuti KTT di Samoa, Sekjen Guterres pun akan melakukan kunjungan ke New Zealand, Tonga, dan Timor Leste.

Juru bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, berharap kunjungan Guterres ini akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya tindakan iklim termasuk sistem peringatan dini, adaptasi dan mitigasi.

"Kunjungannya juga akan menjadi kesempatan untuk menekankan dampak kenaikan permukaan laut di kawasan ini dan sekitarnya," ucap Farhan Haq. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...

BNPB: Kualitas Udara Kalbar Berbahaya

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB: Kualitas Udara Kalbar...
Nasional
BNPB: OMC Penanganan Karhut...
Luar Negeri
Populasi Dugong Australia T...
Luar Negeri
AS Tuduh Tiongkok Gagalkan ...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.