Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Sarankan Vaksinasi Terarah untuk Mpox

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh:
WHO Sarankan Vaksinasi Terarah untuk Mpox Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi penanganan Mpox.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan "vaksinasi terarah" dalam upaya melawan cacar jenismpox, alih-alih vaksinasi massal di wilayah di mana virus tersebut terdeteksi, dengan alasan bahwa menghentikan penyebaran mpox lebih mudah daripada menangani Covid-19.

"Vaksinasi massal tidak direkomendasikan. Ini sangat penting. Vaksinasi harus benar-benar terarah di tempat di mana virus menyebar," kata juru bicara WHO, Margaret Harris dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu.

Seperti dikutip dari Antara, Harris mencatat penyebaran cepat virus ini telah menarik perhatian global dan mengatakan bahwa virus mpox memiliki dua jenis genetic yaitu Clade 1 dan Clade 2.

Harris menyatakan keprihatinan atas jenis baru virus ini, Clade 1b, yang muncul tahun lalu, dengan mengatakan: "Inilah yang kami khawatirkan karena virus ini menyebar sangat cepat. Ini juga memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, terutama di kalangan anak-anak."

Dengan menekankan salah satu kekhawatiran utama adalah penyebaran virus yang cepat, dia mengatakan virus ini menyebabkan lebih banyak kasus pada 2024 dibandingkan dengan 2023, dan tahun lalu telah mencatat lebih banyak kasus mpox daripada sebelumnya.

Dia melanjutkan dengan mengatakan untuk sementara jumlah kasus mpox meningkat di bagian timur Republik Demokratik Kongo. Virus tersebutjuga menyebar ke Burundi, Rwanda, Uganda, dan Kenya.

"Kami melihat tingkat kematian yang lebih tinggi, sekitar 3 persen dan di kelompok yang sangat rentan, seperti anak-anak kecil, lebih tinggi dari itu," katanya.

"Kami sangat khawatir tentang dampaknya terhadap anak-anak kecil. Sekarang penting untuk memahami populasi yang terkena dampak penyebaran ini adalah orang-orang yang terlantar akibat konflik. Mereka berada dalam situasi yang sangat genting," katanya.

Menunjukkan orang dengan infeksi cacar dan HIV lebih mungkin mengalami bentuk mpox yang lebih parah, Harris mengatakan mereka memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.

Dia mencatat tidak ada pengobatan khusus untuk virus mpox dan tidak ada obat antivirus untuk melawannya, tetapi pengobatan simptomatik efektif.

Juru bicara WHO mengatakan orang yang terinfeksi penyakit ini akan mengembangkan ruam kulit, menekankan perlunya pengobatan untuk mencegah infeksi lainnya.

Dia menyarankan mereka yang terinfeksi virus mpox akan mengalami demam dan membutuhkan obat penurun panas serta pereda nyeri.

Dia menekankan pentingnya pasien menerima perawatan medis dan dapat mengisolasi diri selama proses ini.

Dengan mencatat bahwa vaksin yang dikembangkan untuk cacar efektif melawan mpox, Harris mengatakan: "Vaksin ini direkomendasikan untuk orang-orang yang diketahui telah terpapar".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.