Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kegiatan 11 Perusahaan Jabodetabek Dihentikan

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 03:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kegiatan 11 Perusahaan Jabodetabek Dihentikan Doc: ANTARA/Prisca Triferna
Ket. Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani menjelaskan kegiatan pengawasan pencemaran udara Jabodetabek dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/8).

TANGERANG - Operasional 11 perusahaan yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dihentikan karena terkait dengan kegiatan atau usaha yang menyebabkan polusi udara. Penghentian kegiatan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, Dirjen Penegakan Hukum (Gakuum) KLHK sekaligus Ketua Tim Satgas Pengendalian Pencemaran Udara Jabodetabek, Rasio Ridho Sani, menandaskan, KLHK konsisten melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas udara Jabodetabek. Ini termasuk lewat upaya penegakan hukum.

Selain melakukan sosialisasi, dia juga menindak langsung kegiatan atau usaha yang terindikasi melanggar. Mereka berkontribusi dalam penurunan kualitas udara. Saat ini dia mengawasi 230 target pelaku usaha dan kegiatan di wilayah Jabodetabek.

"Ada 11 perusahaan yang kami hentikan kegiatannya. Langkah-langkah penting yang kami lakukan untuk memastikan adanya kepatuhan dan menjadi pembelajaran atau efek jera," tandas Rasio Ridho Sani.

Daftar 11 perusahaan yang dihentikan kegiatannya adalah PT MMLN, PT XYSI, PT BAI, PT GIS dan PT IMP di Kabupaten Tangerang. Kemudian, PT RGL dan PT CBS di Kabupaten Serang.

Selanjutnya, PT III, PT WJSI, dan PT EMI di Kabupaten Bekasi. Lalu, PT ASI di Kabupaten Karawang. Sedangkan PT MMLN dan PT RGM bergerak di bidang pengelolaan limbah B3.

Sementara itu, 9 perusahaan lainnya bergerak di peleburan atau pengolahan logam.

Selain itu, lanjut Rasio, terdapat 51 perusahaan yang telah diperiksa oleh Pengawas Lingkungan Hidup, dan hanya tiga yang taat. Terhadap perusahaan yang melanggar akan dihukum.

Tiga perusahaan direkomendasikan untuk ditindak secara pidana. Kemudian, 44 perusahaan akan dikenakan sanksi administratif oleh KLHK. Selanjutnya, satu perusahaan direkomendasikan untuk dikenakan sanksi pidana dan administratif. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.