Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Jateng Imbau Warga Tak Panik Soal Gempa Megatrust

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Jateng Imbau Warga Tak Panik Soal Gempa Megatrust Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jateng Muhammad Chomsul.

Semarang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tidak panik menyikapi informasi adanya potensi gempa bumi Megatrust.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jateng Muhammad Chomsul, di Semarang, Selasa, menjelaskan bahwa ancaman dari Megathrust adalah gempa besar dan tsunami raksasa.

Ia menjelaskan Megathrust adalah pertemuan antarlempeng tektonik bumi di zona subduksi, yakni titik ketika satu lempeng meluncur ke bawah lempeng lain, dan biasanya ada di lautan.

Setidaknya ada empat daerah di kawasan Pantai Selatan (Pansela) Jateng yang rawan terdampak Megatrust, yakni Kabupaten Purworejo, Wonogiri, Cilacap, dan Kebumen.

"Potensi tsunami (dampak Megatrust) di Jateng ada di empat kabupaten, yakni Purworejo, Wonogiri, Cilacap, dan Kebumen," katanya.

Namun, ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik dengan maraknya informasi tentang akan adanya gempa Megatrust tersebut.

Dengan informasi itu, menurut dia, masyarakat bisa menjadi lebih waspada dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

"Ini tentunya bukan jadi berita yang membuat masyarakat trauma dan takut, tetapi sebenarnya jadi waspada. Memang ada potensi di situ (Pansela), yang semua harus tahu, menyadari sehingga dengan kondisi ancaman itu bisa lebih waspada," katanya.

BPBD Jateng bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya melakukan penguatan kapasitas masyarakat di wilayah Pansela, seperti Ekspedisi Desa Rawan Tsunami untuk pemberian edukasi ketika terjadi gempa dan tsunami.

Untuk empat wilayah Pansela Jateng, Chomsul mengatakan pihaknya bersama BPBD setempat akan melakukan edukasi terkait kesiapan di level keluarga saat menghadapi gempa bumi, sebagai langkah preventif.

"Kalau bencana gempa muncul korban jiwa kan karena panik. Yang seharusnya itu tidak timbul korban, tetapi karena panik, enggak tau mau ke mana cari keluarga, balik lagi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

14 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.