Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di atas Sekoci Mereka Terus Ditembaki

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Di atas Sekoci Mereka Terus Ditembaki Doc: Istimewa

Dalam bukuLambs Among Wolves - Sailing to Death in WWII, anak Cornelis Haasnoot bernama Jacob Haasnoot menceritakan kisah hancurnya kapal Poelau Bras yang ditumpangi ayah dan pamannya yang juga bernama Jacob Haasnoot di laut selama Perang Dunia II.

Setelah tenggelamnya kapal Poelau Bras, nasib penumpang yang selamat dan berhasil naik sekoci belum menentu karena serangan pesawat belum berakhir. Pesawat Jepang silih berganti menukik dan memuntahkan peluru dari senapan mesin.

Jacob sang paman, masih terbaring di dekat kapal yang tenggelam ketika sebuah perahu sekoci yang sarat orang muncul. Para pria yang berada di sekoci itu melemparkan tali pada Jacob dan ia pun lolos dari isapan kapal yang tenggelam.

Jacob kemudian mengetahui bahwa perahu sekoci yang penuh sesak itu bocor dan para penumpangnya berupaya mengeluarkan air dengan helm tentara. Jacob pun tahu bahwa peluru telah menembus tangki air minum dan dia mendengar bahwa hanya ada sedikit air di kapal dan beberapa kaleng susu, kompas, lentera, peta dan beberapa biskuit.

Jacob juga memperhatikan bahwa arus dari selatan ke barat daya tidak memungkinkan untuk mencapai Jawa dan hanya bisa menjangkau Sumatra. Mereka pun lalu mengarahkan sekoci itu ke pulau itu.

Setelah beberapa hari, sempitnya ruang di sekoci, rasa lapar yang menggerogoti, dehidrasi karena kehausan, nyeri pada anggota badan, dan keputusasaan, membuat setiap orang di sekoci itu makin menderita.

Pada hari keempat, daratan akhirnya terlihat di cakrawala. Diliputi kegembiraan dan hempasan ombak, sekoci itu terbalik sekitar tiga puluh meter dari tepi pantai hingga para penumpang pu berebut berenang ke tepian.

Sekoci Jacob adalah yang pertama mencapai Sumatra Selatan pada tanggal 11 Maret 1942, dengan lima puluh tujuh penumpang. Sekoci kedua yang berisi tiga puluh tiga orang juga selamat mendarat keesokan harinya di mercusuar Belimbing di ujung selatan Sumatra. Sehari kemudian, sekoci terakhir yang membawa dua puluh enam orang juga memasuki Teluk Semangka yang terletak di ujung paling selatan Sumatra.

Jumlah pasti korban tragedi ini belum bisa ditentukan, karena semua dokumentasi surat kapal hilang, hingga tak mungkin menentukan secara akurat berapa banyak orang yang berada di kapal Poelau Bras. Perkiraannya berkisar antara minimal 240 hingga lebih dari 350 warga sipil, tentara, dan pelaut. Antara 124 dan 234 kehilangan nyawa. Hanya 116 yang berhasil mendarat dengan tiga perahu sekoci. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.