Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perdana Menteri Yunus Tegskan Bangladesh Gelar Pemilu Setelah Reformasi Lembaga Negara

📅 Senin, 19 Agu 2024, 00:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perdana Menteri Yunus Tegskan Bangladesh Gelar Pemilu Setelah Reformasi Lembaga Negara Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi - Warga berkumpul saat berlangsung protes kebijakan pemerintah di Bangladesh.

Moskow - Pemerintah sementara Bangladesh akan menyiapkan dan menggelar pemilu umum di negara itu setelah mereformasi beberapa lembaga negara dan publik, termasuk komisi pemilihan umum dan kehakiman, kata Perdana Menteri sementara Muhammad Yunus pada Minggu.

"Kami akan menggelar pemilu yang bebas, adil, dan partisipatif segera setelah menyelesaikan mandat kami untuk melaksanakan reformasi penting di Komisi Pemilihan Umum, kehakiman, administrasi sipil, pasukan keamanan, dan media, " kata Yunus.

"Kami juga akan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mendorong rekonsiliasi nasional," kata PM ad interim itu seperti dikutip media Bangladesh dalam pidatonya kepada diplomat asing yang terakreditasi di Dhaka.

Yunus juga menyoroti peran aktivis mahasiswa dalam menggulingkan pemerintahan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang lengser setelah protes massal mahasiswa pada Juli dan awal Agustus, lapor surat kabar The Daily Star.

Yunus menggambarkan periode transisi tersebut sebagai era baru yang terinspirasi oleh para mahasiswa yang terlibat dalam protes.

Yunus dilaporkan mengatakan bahwa prioritas utama pemerintah sementara saat ini adalah mengendalikan situasi hukum dan ketertiban.

"Kami akan mendekati kondisi normal dalam waktu singkat, dengan dukungan teguh dari rakyat dan angkatan bersenjata patriotik," katanya.

"Pasukan polisi juga telah melanjutkan operasi mereka. Angkatan bersenjata akan terus bertugas untuk mendukung kekuasaan sipil selama situasi masih memerlukan," kata Yunus seperti dikutip oleh surat kabar tersebut.

Protes terhadap sistem kuota pemerintah Bangladesh untuk pekerjaan publik meletus pada bulan Juni dan meningkat pada awal Agustus.

Bentrokan antara mahasiswa, polisi, dan pendukung pemerintah dilaporkan menewaskan lebih dari 500 orang, menurut laporan media Bangladesh.

Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengundurkan diri di tengah kerusuhan tersebut.

Peraih Nobel Muhammad Yunus dilantik sebagai perdana menteri sementara pada 8 Agustus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.