Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gandeng Komunitas, Kemenparekraf Jaga Keberlanjutan Wisata Bahari di Labuan Bajo

📅 Senin, 19 Agu 2024, 14:09 WIB | Oleh:
Gandeng Komunitas, Kemenparekraf Jaga Keberlanjutan Wisata Bahari di Labuan Bajo Doc: Istimewa.
Ket. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara MICE to Meet You dengan tema “Jelajah Pesona Bahari di Timur Indonesia” di Pantai Sylvia, Nusa Tenggara Timur, belum lama ini.

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) mengajak seluruh pemangku kepentingan pariwisata, khususnya komunitas, terlibat aktif bersama pemerintah menjaga keberlanjutan wisata bahari di Labuan Bajo.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara MICE to Meet You dengan tema "Jelajah Pesona Bahari di Timur Indonesia", di Pantai Sylvia, mengapresiasi komunitas bahari yang menjaga kelestarian alam di Labuan Bajo.

"Hari ini kita hadirkan narasumber fenomenal yaitu the Plastic Man Bapak Stefan dan Ibu Marta. Kita harapkan komunitas ini terus rajut dalam konsep MICE to Meet You. Mereka telah setia mendedikasikan hidupnya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem alam dan wisata bahari di Labuan Bajo," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/8).

Dia juga mendorong komunitas bahari agar turut mengembangkan ekowisata dengan fokus menjual pengalaman wisata yang tidak merusak alam.

"Sebab, sekitar 90 persen wisatawan (ke Labuan Bajo) adalah ke Taman Nasional Komodo, tentunya kita harus jaga ekosistem wisata bahari kita," kata Sandiaga.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menanggapi keluhan masyarakat terkait limbah dari kapal. Pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut, karena jika tidak bisa menjaga pengelolaan limbah dari kapal, akibatnya bisa merusak pelestarian lingkungan di Labuan Bajo.

"Limbah kapal ini dikeluhkan ke kami, dikeluhkan banyak orang Balai Taman Nasional Komodo dan banyak pihak. Kami akan berkolaborasi karena ini eksistensi kita akan hilang, dan mengganggu daya tarik Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo juga kalau kita tidak bisa menjaga pengelolaan limbah dari kapal yang sekarang juga sudah 400 lebih," kata Sandiaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.