Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Gencarkan Penyuluhan Bahaya Pinjol dan Investasi Bodong

📅 Sabtu, 17 Agu 2024, 05:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Gencarkan Penyuluhan Bahaya Pinjol dan Investasi Bodong Doc: ANTARA/Kutnadi
Ket. Analis Junior Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Tegal Adelin Natasha Dany (Nomor 4 dari kiri) dan Staf Ahli Allan Patria (nomor 3 dari kanan) berfoto bersama usai acara Seminar Penyuluhan Jasa Keuangan "Waspada Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal" di Batang, Jumat (16/8/2024).

Batang - Komisi XI DPR RI bersama Otoritas Jasa Keuangan melakukan penyuluhan tentang ancaman dan bahaya pinjaman online ilegal dan investasi bodong kepada masyarakat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Anggota Komisi XI Prof. Dr Hendrawan Supratikno melalui Staf Ahli Allan Patria di Batang, Jumat, mengatakan bahwa OJK telah membentuk satgas keuangan waspada investasi, termasuk di dalamnya memberikan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat tidak terjebak pada investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

"Ya, dalam kegiatan sosialisasi itu, kami berharap masyarakat semakin memahami terhadap bahaya ikut investasi bodong dan pinjol ilegal. Kami bangga banyak peserta yang menanyakan bagaimana cara menghindari investasi bodong dan pinjol ilegal," katanya.

Menurut dia, OJK telah menutup ribuan situs atau aplikasi pinjaman online ilegal.

"Pemerintah dan lembaga keuangan seperti OJK serius memberikan edukasi dan pemberantasan pinjaman online ilegal," katanya dalam acara Seminar Penyuluhan Jasa Keuangan "Waspada Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal".

Ia mempersilakan masyarakat memanfaatkan pinjaman online. Namun, harus yang legal (resmi), kemudian penggunaannya yang produktif, jangan konsumtif, dan digunakan apabila dalam kondisi darurat saja.

"Kami berpesan kepada masyarakat sebelumnya melakukan pinjaman agar melihat keberadaan pinjaman online legal atau kalau tidak dengan cara mengecek ke website resmi milik OJK," katanya.

Analis Junior Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Tegal Adelin Natasha Dany mengatakan bagi nasabah pinjaman online ilegal akan terus ditagih sampai berkali-kali meski pinjaman tersebut sudah lunas.

Kemudian, kata dia, apabila peminjam tidak membayar maka akan diancam dengan menyebarluaskan data pribadi nasabah.

"Celakanya, apabila data pribadi seperti KTP itu disebarluaskan maka nama di dalam identitas diri itu bisa digunakan untuk mengambil pinjaman orang lain," katanya.

Terkait investasi bodong, Adelin Natasha memaparkan bahwa ciri-ciri investasi bodong adalah menawarkan keuntungan yang tidak wajar dan bonus member kepada masyarakat.

"Yang jelas, pinjaman online ilegal maupun investasi bodong tidak memiliki legalitas atau izin dari OJK, pinjamannya mudah, tidak ada layanan pengaduan, dan ancaman teror maupun penghinaan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.