Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sektor Pertanian Sumbang Deflasi di Sulsel

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sektor Pertanian Sumbang Deflasi di Sulsel Doc: Antara/ Suriani Mappong
Ket. Suasana Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda saat memaparkan kinerja perbankan dan perekonomian Sulsel di Makassar, Kamis (15/8/2024).

Makassar - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, sektor pertanian menyumbang deflasi 0,65 persen pada Juli 2024.

"Musim panen di sejumlah daerah di Sulsel pada periode akhir April hingga Agustus 2024 telah menyumbang deflasi secara year to date (ytd) sebesar 0,65 persen pada posisi Juli 2024," kata Rizki disela pemaparan "Kinerja perbankan dan perekonomian di Sulsel" di Makassar, Kamis.

Sulsel merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional, pada tiga bulan terakhir mengalami musim panen secara bergantian di wilayah sentra produksi pangan di Sulsel. Akibatnya, produksi yang cukup berlimpah itu memberikan kestabilan harga beras di pasaran.

Karena itu, lanjut Rizki, harga kebutuhan pokok di pasaran relatif stabil dalam tiga bulan terakhir dan memberikan sumbangan terhadap deflasi Sulsel yang tercatat pada Juli 2024 sekitar 0,654 persen.

Dia mengatakan, meskipun Sulsel sudah deflasi, namun tidak boleh berpuas diri, tetapi terus berupaya mempertahankan deflasi itu dan berharap masuk lima besar terendah inflasinya secara nasional.

"Inflasi di Sulsel alhamdulillah relatif aman, kalau kita lihat spasialnya di delapan kabupaten/kota, itu nilainya hijau semua. Jadi masih aman, tetapi ke depan kita tidak boleh berpuas diri," ujarnya.

Menurut Rizki, deflasi Sulsel pada Juli 2024 menjadi sinyal bangkitnya sektor pertanian Sulsel untuk memperkuat posisinya sebagai penyangga pangan nasional. Dengan produksi rata-rata 5,5 juta ton gabah setara beras per tahun, mengalami surplus sekitar 2,5 juta ton beras per tahun.

Beras surplus itulah yang kemudian diserap Bulog setempat dan menjadi beras mobilitas nasional (mobnas) yang siap didistribusikan ke daerah yang mengalami bencana alam atau kekurangan bahan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.