Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenaikan Impor Bisa Semakin Menekan Kurs Rupiah

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kenaikan Impor Bisa Semakin Menekan Kurs Rupiah Doc: istimewa

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juli 2024 mencapai 21,74 miliar dollar AS atau naik 17,82 persen dibandingkan Juni 2024 dan naik 11,07 persen dibandingkan Juli 2023.

Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia A Widyasanti, mengatakan impor migas Juli 2024 senilai 3,56 miliar dollar AS, naik 8,78 persen dibandingkan Juni 2024 dan naik 13,59 persen dibandingkan Juli 2023.

"Impor nonmigas Juli 2024 senilai 18,18 miliar dollar AS, naik 19,76 persen dibandingkan Juni 2024 atau naik 10,60 persen dibandingkan Juli 2023," kata Amalia, di Jakarta, Kamis (15/8).

Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2024 adalah Tiongkok 38,97 miliar dollar AS atau 35,49 persen, Jepang 7,88 miliar dollar AS atau 7,18 persen, dan Thailand 5,73 miliar dollar AS atau 5,21 persen.

Sedangkan Impor nonmigas dari Asean 19,59 miliar dollar AS atau 17,84 persen dan Uni Eropa 7,09 miliar dollar AS atau 6,45 persen.

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, menilai kenaikan nilai impor Indonesia pada Juli 2024 mencerminkan adanya dinamika ekonomi yang kompleks.

Peningkatan impor migas sebesar 8,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 13,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu mengindikasikan adanya peningkatan permintaan energi dalam negeri.

"Ini bisa menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi domestik sedang bergerak naik, yang memerlukan pasokan energi lebih besar.

Namun, hal ini juga memperlihatkan kebergantungan yang tinggi pada impor energi, yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap stabilitas neraca perdagangan dan nilai tukar rupiah jika harga energi global meningkat," kata Maruf.

Sementara itu, kenaikan impor nonmigas perlu dilihat komoditas apa yang menyumbang kenaikan terbesar.

"Data sementara kan yang naik impor smartphone sama barang dari plastik.

Ini kan sinyal bahaya.

Saat konsumsi turun, tapi impor barang konsumsi naik.

Tekanan manufaktur dalam negeri makin keras, sudah permintaan turun ditambah kalah bersaing," papar Maruf.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.