Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Diminta Beralih Tanam Palawija Saat Kemarau

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 00:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Diminta Beralih Tanam Palawija Saat Kemarau Doc: ANTARA/Nur Muhamad
Ket. Petani di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu tengah merontokkan padi yang baru dipanen.

Rejang Lebong - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meminta petani padi di daerah ini beralih menanam palawija saat musim kemarau tiba.

Kepala Distankan Rejang Lebong Amrul Eby, di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan saat ini wilayah itu sedang memasuki kemarau yang telah berlangsung sejak dua bulan belakangan, sehingga akan berpengaruh terhadap dunia pertanian secara keseluruhan.

"Petani kami minta untuk beralih menanam palawija, karena saat musim kemarau tidak mungkin untuk menanam padi. Saat ini akibat musim kemarau sumber air persawahan mulai mengecil dan banyak yang kering," kata dia.

Dia menjelaskan, peralihan menanam padi ke palawija tersebut dilakukan untuk menunggu musim hujan turun, mengingat tanaman palawija ini relatif sedikit membutuhkan air dibandingkan dengan tanaman padi.

Tanaman palawija yang bisa ditanam oleh petani, kata dia, antara lain ubi talas, jagung, kacang panjang, timun, kedelai, singkong, dan lainnya.

Menurut dia, Distankan Kabupaten Rejang Lebong juga telah menyampaikan kepada para penyuluh di 15 kecamatan di Rejang Lebong untuk menunda masa tanam apabila kondisi tanah kekurangan air, hal ini untuk menghindari kerugian akibat gagal panen.

Sebelumnya, Distankan Rejang Lebong telah menyalurkan bantuan pompa air dan benih jagung bantuan dari Kementerian Pertanian sebanyak 30 ton untuk disalurkan kepada 94 kelompok tani tersebar dalam 40 desa di 10 kecamatan.

"Bantuan benih jagung hibrida ini tadi langsung kamidistribusikan melalui BPP masing-masing kecamatan untuk disalurkan ke kelompok tani. Adapun sasaran penanaman jagung ini mencapai 2.000 hektare," kata dia.

Bantuan benih jagung ini diberikan pemerintah pusat untuk mengantisipasi kekurangan bahan pangan kemungkinan akibat dampak El Nino dalam beberapa bulan ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.