Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekda Laporkan Penanganan Stunting di Kaltim kepada Menko PMK

📅 Rabu, 14 Agu 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekda Laporkan Penanganan Stunting di Kaltim kepada Menko PMK Doc: ANTARA/HO-Adpim Pemprov Kaltim
Ket. Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni saat mendampingi kunjungan kerja Menko PMK Muhadjir Effendy di Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penajam Paser Utara - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni melaporkan program penanganan stunting di daerahnya dan di sekitar Ibu Kota Nusantara saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Sri Wahyuni di Penajam, Selasa, mengatakan kunjungan kerja Menko PMK Muhadjir Effendy dilaksanakan di Balai Pertemuan Kantor Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Kalau kemarin Pak Menteri datang ke Sepaku merupakan wilayah IKN, tapi Sotek ini di luar kawasan IKN," kata Sri Wahyuni saat mendampingi Menko Muhajir Effendy.

Ia menyampaikan angkastunting di Kaltim pada 2023 turun dari 23,9 persen pada 2022 menjadi 22,9 persen berdasarkan data SSGI.

Sementara hasil sistem elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) tercatat sebesar 18,5 persen. "Sehingga ada terjadi deviasi atau perbedaan hasil pendataan antara SSGI dengan EPPGBM," ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Kaltim telah melakukan intervensi dengan memberikan bantuan keuangan dalam prioritas penanganan stunting kepada kabupaten dan kota.

"Bantuan keuangan dana subsidi desa sebesar Rp50 juta. Namun tahun depan menjadi Rp75 juta per desa," sebutnya.

Selain itu, juga ada bantuan keuangan melalui bidang kesehatan terkait intervensi sensitif dan intervensi spesifik kepada kabupaten dan kota.

Melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) telah dilakukan rembuk penanganan stunting dan terlihat inovasi kabupaten/kota, termasuk aktivasi posyandu (pos pelayanan terpadu). "Posyandu tidak hanya tempat penimbangan balita, tetapi kegiatan anak-anak dan lansia," jelasnya.

Catatan khusus, Kutai Kartanegara berhasil menurunkan stunting dari 17,8 persen menjadi 9 persen. "Ini berkat kebijakan pemkab untuk memberikan dukungan bagi kader pendamping berupa kendaraan operasional, sehingga mudah menjemput balita stunting," bebernya.

Sedangkan program penimbangan balita sudah mencapai 70 persen dan akhir Agustus akan dilaksanakan Gebyar Posyandu. "Melalui kegiatan ini, data penimbangan balita Kaltim bisa 100 persen," harapnya.

"Kami sudah membangun satu data Kaltim termasuk data geospasial untuk anak stunting," kata Sri Wahyuni menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.