Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IKN, Kota Taman Hutan Terintegrasi Pertama

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
IKN, Kota Taman Hutan Terintegrasi Pertama Doc: antara

JAKARTA - Perwakilan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) untuk Indonesia dan Timor Leste, Marco Kamiya berpendapat Ibu Kota Nusantara (IKN) berpeluang menjadi kota taman hutan (forest-garden city) terintegrasi pertama.

"Saat ini ada peluang untuk membangun kota yang sepenuhnya mengintegrasikan hutan, taman, dengan lingkungan perkotaan. Belum ada yang pernah mencapai ini sebelumnya," kata dia saat konferensi pers Bridge for Cities di Jakarta, Senin (12/8).

Meski kota seperti Singapura dan Amsterdam telah menggabungkan taman dengan bangunan, lanjut dia, belum ada kota yang berhasil mengintegrasikan seluruh hutan ke dalam lingkungan perkotaan.

Kondisi itu menjadi peluang bagi Indonesia untuk menetapkan standar baru bagi pembangunan masa depan.

"Kota-kota di masa depan tidak bisa lagi mengabaikan wilayah pedesaan dan hutan, harus ada cara untuk mengintegrasikan elemen-elemen alam ini," ujarnya.

Di samping itu, ia juga menyoroti peran penting dari transformasi digital. Teknologi dapat memberikan solusi untuk banyak tantangan perkotaan, terutama dalam hal keamanan. Transformasi digital ini juga menjadi salah satu peluang yang bisa dioptimalkan untuk pembangunan IKN.

Dia mencontohkan bantuan alat digital dan kecerdasan buatan dapat membantu kota-kota mengidentifikasi area yang kurang penerangan atau zona yang tidak aman, sehingga para pemangku kebijakan dapat menangani masalah ini secara proaktif.

"Untuk membangun kota masa depan, kita perlu mengintegrasikan tata letak perkotaan dengan alam. Ini adalah dua elemen penting yang harus menjadi perhatian," tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Deputi Sosial Budaya Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Alimudin menyebutkan bahwa konsep pembangunan IKN "forest city" disiapkan untuk menjadi contoh tata kelola pemerintah bukan hanya bagi kota-kota di Indonesia tetapi skala dunia.

IKN akan dirancang dengan konsep forest city, yang mengintegrasikan lingkungan alami dengan pembangunan perkotaan modern.

Konsep itu untuk menciptakan kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, menekankan pentingnya ruang hijau dan ekosistem alami di tengah perkembangan kota.

Melalui konsep ini, IKN akan menjadi contoh inovatif dalam pengelolaan kota dan pemerintahan. Pendekatan ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam pembangunan berkelanjutan dan tata kelola perkotaan yang modern dan efisien.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno berharap IKN yang menjadi tempat pelaksanaan Hari Ulang Tahun Ke-79 RI dapat menjadi kota percontohan energi bersih bagi kota-kota lain di Tanah Air.

"Kami mendorong IKN bisa menjadi percontohan kota yang memanfaatkan energi terbarukan dan bisa dipelajari kota-kota lain, baik dari sisi perencanaan maupun implementasi," kata Eddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.