Ukraina dan Russia Diimbau Menahan Diri untuk Keamanan Nuklir di Kursk
📅 Senin, 12 Agu 2024, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ANTARA/XINHUA/HO-IAEA
WINA - Kepala Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), pada hari Jumat (9/8) malam waktu setempat, mendesak Ukraina dan Russia untuk menahan diri secara maksimal guna memastikan keamanan nuklir di wilayah Kursk, Russia, yang merupakan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kursk.
Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, mengatakan badan itu terus memantau situasi terkait aktivitas militer yang dilaporkan di dekat PLTN Kursk.
Seperti dikutip dari Antara, Kepala IAEA itu mendesak semua pihak untuk mematuhi tujuh pilar krusial guna memastikan keamanan dan keselamatan nuklir dalam konflik bersenjata, seraya menambahkan dia telah melakukan kontak dengan pihak berwenang di Ukraina dan Russia.
Pada hari yang sama, Russia juga memberi tahu IAEA bahwa benda yang diduga merupakan pecahan roket yang berhasil dicegat ditemukan di dekat PLTN Kursk menyusul serangan Ukraina di wilayah Kursk, menurut pernyataan misi permanen Russia di organisasi-organisasi internasional di Wina melalui platform media sosial X. "Sejauh ini, tidak ada serangan langsung terhadap Kota Kurchatov, NPP atau fasilitas infrastruktur energi, namun situasinya masih tegang," menurut misi itu.
Penduduk Dievakuasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kementerian Situasi Darurat Russia mengatakan lebih dari 76.000 penduduk dievakuasi dari wilayah Kursk yang menjadi arena pertempuran dengan pasukan Ukraina.
Juru bicara Kementerian, Artyom Sharov, dalam konferensi pers di Kursk, Sabtu, menyampaikan penduduk permukiman yang terletak di dekat perbatasan dengan Ukraina dan daerah tempat bentrokan sedang berlangsung ditempatkan di tempat penampungan sementara.
Ia mengatakan sebanyak 60 titik akomodasi sementara bagi penduduk yang meninggalkan wilayah yang berbatasan dengan Ukraina telah disiapkan di delapan wilayah, termasuk Kursk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang malam pada 5-6 Agustus, Ukraina mengintensifkan penembakan di wilayah Kursk. Serangan artileri tersebut diikuti oleh serbuan infanteri Ukraina yang didukung oleh tank dan kendaraan lapis baja, di dekat Kota Sudzha.
Menurut pihak berwenang, pada Jumat malam, wilayah Lipetsk Russia yang berdekatan dengan Kursk mengalami serangan pesawat nirawak besar-besaran yang menewaskan satu orang, membakar lapangan terbang militer, serta merusak infrastruktur energi.
Pihak berwenang di wilayah Kursk mengatakan pada Jumat bahwa lima warga sipil, termasuk seorang paramedis, seorang pengemudi ambulans, dan seorang wanita hamil berusia 24 tahun, tewas. Selain itu, 66 lainnya, termasuk enam anak-anak, terluka dalam serangan Ukraina.
Adapun pada Sabtu pagi, Kementerian Pertahanan Russia melaporkan pertempuran di wilayah Kursk terus berlanjut dengan menekankan angkatan udara Russia melakukan serangan terhadap posisi-posisi Ukraina dan terlibat dalam pertempuran dengan unit tank.
Sebelumnya, Russia mengumumkan keadaan darurat federal di wilayah Kursk akibat bentrokan dengan pasukan Ukraina yang telah berlangsung selama empat hari. Kementerian Darurat Russia mengumumkan keputusan tersebut pada Jumat setelah rapat komisi pemerintah untuk pencegahan dan penanggulangan situasi darurat.
"Pembahasan tersebut mencakup situasi di wilayah Kursk akibat serangan oleh angkatan bersenjata Ukraina. Tingkat tanggapan federal telah ditetapkan di wilayah tersebut," kata pernyataan itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!