Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Arkeolog Temukan Nenek Moyang 'Hobbit'

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Arkeolog Temukan Nenek Moyang 'Hobbit' Doc: Istimewa

Bukti arkeologi telah lama menunjukkan bahwa manusia mungil dan berotak kecil yang disebut "Hobbit" pernah menghuni gua Liang Bua di Flores sekitar 50.000 tahun yang lalu. Laporan terbaru menyatakan telah ditemukan tiga fosil hominin tambahan yang lebih tua di situs paleoantropologi Mata Menge yang berasal dari 700.000 tahun yang lalu.

S

ebuah makalah yang terbit di jurnal Nature Communications edisi Selasa (6/8) melaporkan penemuan fosil manusia purba yang sangat langka dari Pulau Flores, Indonesia, termasuk tulang tungkai dewasa yang sangat kecil.

Berusia sekitar 700.000 tahun, temuan baru ini menjelaskan evolusi Homo floresiensis yang disebut Hobbit dari Flores yang jasadnya ditemukan pada tahun 2003 di gua Liang Bua di bagian barat pulau oleh tim yang dipimpin bersama oleh arkeolog Australia-New Zealand, Profesor Mike Morwood (1950-2013).

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa manusia mungil dan berotak kecil ini menghuni Liang Bua sekitar 50.000 tahun yang lalu. Ketika itu spesies manusia modern (Homo sapiens) sudah lama menetap di Australia bagian selatan.

Sampai saat ini masih terjadi banyak perdebatan tentang asal usul manusia misterius dari pulau Flores itu. Awalnya, Homo floresiensis dihipotesiskan sebagai keturunan kerdil dari Homo erectus Asia awal. Sampai saat ini para ilmuwan mempercayai bahwa H erectus adalah keturunan dari makhluk mirip manusia era awal seperti Australopithecus dan keturunan spesies Homo awal seperti Homo habilis.

Teori lain menyebutkan bahwa Hobbit adalah sisa-sisa hominin purba dari Afrika yang bertahan hidup lebih lama, yang mendahului Homo erectus dan bertubuh kecil sejak awal. Oleh karenanya kandidat yang mungkin adalah Homo habilis atau lebih populer dengan sebutan "Lucy" (Australopithecus afarensis) yang terkenal.

Selain Liang Bua, fosil hominin hanya pernah ditemukan di satu lokasi di Flores yaitu di situs terbuka Mata Menge 75 kilometer di sebelah timur gua Liang Boa. Tempat penemuan ini berada di Desa Mengeruda, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Sebaiknya Anda baca juga:

Mata Menge terletak di padang rumput tropis yang jarang penduduknya di cekungan Soa. Situs ini sebelumnya telah menghasilkan beberapa fosil hominin (fragmen rahang dan enam gigi) yang digali dari lapisan batu pasir yang terbentuk oleh aliran sungai kecil sekitar 700.000 tahun yang lalu.

Fosil Mata Menge yang diperkirakan berusia 650.000 tahun lebih awal dari hominin Liang Bua, telah terbukti berasal dari setidaknya tiga individu dengan rahang dan gigi yang sedikit lebih kecil daripada Homo floresiensis. Ini menyiratkan bahwa ukuran tubuh yang kecil berevolusi pada awal sejarah hominin Flores.

Namun, karena elemen postkranial yaitu tulang dari bawah kepala belum ditemukan dalam catatan fosil di situs ini, tidak dapat dipastikan bahwa hominin cekungan So'a ini setidaknya sama kecil, jika tidak sedikit lebih kecil dari Homo floresiensis.

Fosil Mata Menge juga tidak jelas termasuk spesies apa. Faktornya masih kurangnya spesimen diagnostik untuk digunakan dalam menarik kesimpulan. Namun, beberapa gigi dianggap memiliki bentuk peralihan antara gigi Homo erectus Asia awal dan Homo floresiensis.

Lebih Pendek

Studi baru yang dipublikasikan di Nature Communications itu dipimpin oleh Profesor Yousuke Kaifu dari Universitas Tokyo, Iwan Kurniawan dari Pusat Survei Geologi di Indonesia, dan Associate Professor Gerrit van den Bergh dari Universitas Wollongong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

53 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.