Gunung Es Terbesar di Dunia Terjebak Pusaran di Laut
📅 Kamis, 08 Agu 2024, 20:28 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Tonjolan yang dilalui A23a memiliki lebar sekitar 100 kilometer dan muncul dari dasar laut dalam hingga ketinggian sekitar 1.000 meter," kata Brearley, yang menyebutnya sebagai "fenomena geofisika yang cukup mengagumkan".
Seberapa sering kolom Taylor ini terbentuk atau seberapa sering gunung es terjebak di dalamnya tidak diketahui, kata Brearley, dan tidak ada cukup data satelit atau pemetaan bawah air untuk sepenuhnya memahami frekuensi fenomena tersebut.
Tidak jelas pula berapa lama gunung es itu akan tetap berada di tempatnya. Namun satu hal yang jelas: Gunung es terbesar di dunia tidak akan mencair dan membanjiri belahan bumi selatan. "Mencairnya gunung es dan terangkatnya lapisan es yang mengapung tidak secara langsung menyebabkan kenaikan permukaan laut," kata Brearley.
Brearley menunjuk pada sebuah studi tahun 2015 yang mengamati pelampung robotik, bagian dari armada instrumen yang hanyut dalam arus laut untuk mengukur suhu air, terperangkap dalam kolom Taylor selama empat tahun di sebelah timur laut dari lokasi A23a saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika A23a menghabiskan waktu lama dalam pusaran, gunung es dapat mencair secara signifikan dan memengaruhi plankton dan organisme lain dalam rantai makanan laut di area tersebut," kata Brearley.
Ahli glasiologi dan profesor riset di University of Maryland, Baltimore County, Christopher A. Shuman, menduga bahwa A23a pada akhirnya akan mengalami nasib yang sama dengan gunung es besar lainnya, mengapung menuju pulau South Georgia di Atlantik Selatan dan mencair. Ia menunjuk gunung es A68a, yang pada tahun 2020 berputar selama berbulan-bulan sedikit lebih jauh ke barat dari tempat A23a berada sekarang sebelum akhirnya terlepas.
"Apa pun yang terjadi, "pinggiran Antartika" dan misterinya akan terus membuat kita terpesona," kata Brearley.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mencatat slogan yang digunakan di kalangan ahli glasiologi: Apa yang terjadi di Antartika tidak akan tetap berada di Antartika. "Ini adalah salah satu cara Antartika menjangkau dunia," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!