Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Tekankan Pokdarwis Harus Mampu Jaga Objek Wisata di Pasaman Barat

📅 Minggu, 04 Agu 2024, 06:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Tekankan Pokdarwis Harus Mampu Jaga Objek Wisata di Pasaman Barat Doc: ANTARA/Altas Maulana
Ket. Deretan pohon mahoni di objek wisata Pantai Sasak Pohon Seribu yang menjadi andalan wisata pantai di Kabupaten Pasaman Barat.

Simpang Empat - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menekankan anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang telah dilatih harus mampu mengawasi keamanan pengunjung di destinasi pantai barat khatulistiwa.

"Keberadaan pokdarwis sangat penting dalam upaya memajukan wisata yang ada. Puluhan pokdarwis telah kita bentuk dan latih," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat Afrizal di Simpang Empat, Sabtu.

Ia mengatakan anggota kelompok sadar wisata yang ada di nagari wisata seperti di Sasak, Sikabau dan Air Bangis telah dilatih dan mereka siap untuk menjaga pengunjung.

"Kami mengharapkan anggota kelompok sadar wisata dapat bekerja maksimal demi kenyamanan pengunjung," katanya.

Menurut dia keberadaan pokdarwis sangat penting dalam upaya mencapai target 60 ribu kunjungan wisatawan selama 2024.

"Untuk 2023 tingkat kunjungan wisatawan 40 ribu. Untuk 2024 kita naikkan target menjadi 60 ribu kunjungan," katanya.

Ia mengatakan untuk mencapai target itu pihaknya secara bertahap membenahi objek wisata yang ada khususnya objek wisata pantai.

Destinasi pantai barat khatulistiwa itu meliputi wisata pantai mulai dari Katiagan, Mandiangin, Muaro Bingung Kinali, Pantai Sasak, Pantai Maligi, Sikilang, Sikabau, hinggaPantai Air Bangis.

Pantai Air Bangis itu berada di Kecamatan Sungai Beremas yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Ibu Kota Pasaman Barat, Simpang Empat.

Selain bisa menikmati keindahan pantai Air Bangis, di lokasi itu juga menawarkan pusat kerajinan ibu-ibu berupa sulaman "bonang omeh" (benang emas), pengolahan ikan asin dan kerajinan batik di Deda Baru.

Lalu Pantai Sasak dengan pilihan pohon seribu dan Pantai Indah Maligi dengan hamparan pasir putih. Lokasi itu berada di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia yang berjarak sekitar 20 kilometer lebih dari Simpang Empat.

Pantai ini selalu padat dikunjungi masyarakat setiap hari libur. Objek wisata Pohon Seribu menjadi lokasi andalan Pasaman Barat saat ini karena selalu ramai dikunjungi dengan hamparan pohon mahoni di tepi pantai yang indah.

Di lokasi ini juga bisa menikmati wisata kuliner dengan ciri khasnya gulai sabo dan "panggang" (bakar) ikan sobam. Begitu juga di Pantai Indah Maligi dengan kuliner "randang" (rendang) lokan.

Dengan pantai yang asri, landai dan hamparan pohon kelapa dan rumput menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung potensi objek wisata pantai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.