Tanpa Banjir Tahunan, Tak Pernah Ada Peradaban Mesir Kuno
📅 Kamis, 01 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Amir MAKAR / AFP
Pertanian merupakan pondasi ekonomi utama bagi Mesir kuno yang menghidupi masyarakat di sana. Tanah subur untuk pertanian tercipta oleh banjir tahunan dari Sungai Nil yang membuat peradaban Mesir bertahan selama ribuan tahun.
Praktik pertanian di Mesir dimulai di wilayah delta di Mesir utara dan cekungan subur yang dikenal sebagai Faiyum pada Periode Pradinasti di Mesir (sekitar 6000-3150 SM), tetapi ada bukti penggunaan pertanian dan lahan secara berlebihan yang berasal dari 8000 SM.
Sejarawan dan ahli Mesir kuno, Margaret Bunson, dalam The Encyclopedia of the Archaeology of Ancient Egypt (1991) menyebut bahwa pertanian Mesir kuno sebagai ilmu pengetahuan dan praktik orang Mesir kuno sejak zaman pradinasti yang memungkinkan mereka mengubah hamparan tanah semi kering menjadi ladang yang subur setelah setiap banjir Sungai Nil.
Mengacu pada banjir tahunan Sungai Nil yang meluap hingga menutupi tepiannya, sedimen ini menyimpan tanah yang kaya nutrisi sehingga memungkinkan untuk bercocok tanam. Namun tanpa banjir, budaya Mesir tidak akan dapat bertahan di Lembah Sungai Nil dan peradaban mereka tidak akan pernah terbentuk.
Banjir Sungai Nil begitu penting sehingga para cendekiawan percaya bahwa banyak, jika tidak sebagian besar, mitos Mesir yang paling terkenal terkait dengan atau secara langsung terinspirasi oleh peristiwa ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kisah kematian dan kebangkitan Dewa Osiris misalnya, dianggap awalnya merupakan alegori untuk banjir Sungai Nil yang memberi kehidupan. Banyak dewa sepanjang sejarah Mesir secara langsung atau tidak langsung terkait dengan banjir sungai tersebut.
Ladang-ladang di Mesir begitu subur sehingga pada musim yang baik ladang-ladang tersebut menghasilkan cukup makanan untuk memberi makan setiap orang di negara itu dengan berlimpah. Selama setahun, negeri itu masih memiliki surplus yang disimpan di lumbung-lumbung milik negara dan digunakan dalam perdagangan atau disimpan untuk masa-masa sulit.
Musim tanam yang buruk selalu merupakan akibat dari banjir dangkal oleh Sungai Nil. Tidak peduli berapa banyak curah hujan atau faktor-faktor lain yang berperan, banjir tahunan merupakan aspek terpenting dari pertanian Mesir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena ladang harus dibajak dan benih harus ditabur serta air dipindahkan ke berbagai daerah, semua itu menyebabkan ditemukannya bajak yang ditarik sapi dan perbaikan dalam sistem irigasi.
Sistem Kanal
Setelah tanah dibajak, benih pun disebar. Namun, semua pekerjaan ini akan sia-sia jika benih tidak mendapatkan cukup air dan irigasi lahan secara teratur sangatlah penting. Oleh karenanya masyarakat menggali kanal-kanal untuk irigasi pertanian yang mengairi ladang pertanian.
Meski terjadi banjir tahunan dari Sungai Nil, namun kanal irigasi diperlukan untuk mengalirkan air ke pertanian dan desa-desa yang lebih jauh dari sungai untuk menjaga dari kejenuhan tanaman di dekat sungai.
Teknik irigasi Mesir sangat efektif sehingga diterapkan oleh budaya Yunani dan Roma. Metode irigasi baru diperkenalkan selama Periode Menengah Kedua Mesir (sekitar 1782-1570 SM) oleh orang-orang yang dikenal sebagai Hyksos yang menetap di Avaris di Mesir Hilir.
Pakar Mesir kuno Barbara Watterson dalam The Egyptians (1997) mencatat bagaimana wilayah delta di Mesir Hilir jauh lebih subur daripada ladang-ladang di Mesir Hulu di selatan. Kondisi ini membuat petani Mesir di bagian hulu harus kreatif dan sejak dini belajar bekerja sama dengan tetangganya dalam memanfaatkan air sungai melalui pembangunan kanal irigasi dan parit drainase.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!