Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tanpa Banjir Tahunan, Tak Pernah Ada Peradaban Mesir Kuno

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Kanal-kanal ini direkayasa dengan hati-hati untuk mengairi ladang secara efisien dan yang terpenting tidak mengganggu tanaman atau kanal milik orang lain.

Bunson menulis: "Para petani awal menggali parit dari tepi Sungai Nil ke lahan pertanian, menggunakan sumur bor dan kemudian menggunakan shaduf, sebuah mesin primitif yang memungkinkan mereka untuk menaikkan permukaan air dari Sungai Nil ke dalam kanal. Ladang yang diairi dengan demikian menghasilkan panen tahunan yang melimpah."

Sejak Periode Pradinasti, pertanian merupakan andalan ekonomi Mesir. Sebagian besar orang Mesir bekerja sebagai buruh tani, baik di tanah mereka sendiri maupun di tanah milik kuil atau bangsawan. Pengendalian irigasi menjadi perhatian utama dan pejabat provinsi bertanggung jawab atas pengaturan air.

Bunson di sini tidak hanya merujuk pada pertikaian antara masyarakat atas hak atas air, tetapi juga tanggung jawab yang hampir sakral dari para pejabat untuk memastikan bahwa air tidak terbuang sia-sia, termasuk memastikan bahwa kanal-kanal tetap berfungsi dengan baik.

Gubernur daerah (nomarch) dari distrik tertentu (nome) mendelegasikan wewenang kepada mereka yang berada di bawahnya untuk membangun kanal-kanal yang disponsori negara dan untuk pemeliharaan jalur air publik dan swasta.

Kanal-kanal yang disponsori negara sering kali merupakan karya seni yang sangat indah. Ketika Ramses II yang Agung (1279-1213 SM) membangun kotanya Per-Ramesses di lokasi Avaris kuno, kanal-kanalnya dikatakan sebagai yang paling mengesankan di seluruh Mesir.

Selain pengerjaan kanal ini dihias dengan rumit, pada saat yang sama berfungsi dengan efisiensi yang sangat tinggi sehingga seluruh wilayah di sekitar Per-Ramesses berkembang pesat. Sementara kelimpahan hasil panen tidak hanya berarti bahwa orang-orang akan cukup makan, tetapi juga perekonomian akan berkembang melalui perdagangan barang-barang pertanian. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.